Klaster-klaster COVID-19 Bermunculan di Jawa Timur

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 15:08 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto: Getty Images/BlackJack3D
Surabaya -

Dalam dua bulan, klaster-klaster positif COVID-19 bermunculan di Jawa Timur. Klaster-klaster ini bermunculan khususnya usai libur Lebaran 2021. Bahkan kasus yang menonjol akhir-akhir ini soal penyekatan di Suramadu, ditemukan 465 warga Madura positif COVID-19.

Beberapa kota klaster-klaster itu muncul dari warga Bangkalan, Madura. Salah satunya, klaster ponpes, klaster pekerja Madura.

Untuk itu, masyarakat diimbau terus mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M. Mulai menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.'

Berikut sejumlah klaster keluarga di Jatim yang dihimpun detikcom:

1. Klaster Keluarga Jember
Satu keluarga warga Kecamatan Tanggul, Jember yang terdiri dari 5 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Wiwik Supartiwi mengatakan terungkapnya klaster ini berawal saat salah satu anggota keluarga yang melakukan tes antigen.

Anggota keluarga ini merupakan anggota TNI yang berdinas di Jakarta. "Tes antigen dilakukan karena yang bersangkutan hendak kembali berdinas di Jakarta," kata Wiwik, Senin (7/6/2021).

Hasil tes antigen menunjukkan anggota TNI ini positif. Hasil ini lalu ditindaklanjuti dengan tes swab yang diketahui hasilnya juga positif. Akhirnya, dilakukan swab test terhadap satu keluarga yang tinggal serumah dengan anggota TNI ini. Mereka terdiri atas istri, mertua laki-laki, dan perempuan serta adik ipar. Hasilnya, semuanya terkonfirmasi positif.

Lalu, seluruh anggota keluarga itu saat ini melakukan karantina mandiri, karena masuk dalam orang tanpa gejala (OTG).

Sementara satu dari lima anggota keluarga di Kecamatan Tanggul, Jember, yang terkonfirmasi COVID-19, meninggal dunia. Pasien meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RS Djatiroto, Lumajang.

"Meninggal dunia Selasa (8/6) dini hari kemarin setelah mendapat perawatan di RS Djatiroto, Lumajang," kata Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jember dr Alfi Yudisianto, Rabu (9/6/2021).

"Pasien yang meninggal tersebut tidak memiliki komorbid (penyakit bawaan tertentu), dan awalnya saat terkonfirmasi positif COVID-19 masuk kategori OTG," terang Alfi.

Simak video 'Muncul Klaster Pekerja di Lamongan, 15 Orang Positif-1 Meninggal':

[Gambas:Video 20detik]