Round-Up

Temuan Pelanggaran di Balik Loncatnya Lima TKW di BLK Malang

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 10:40 WIB
5 calon TKW kabur dan loncat dari tempat penampungan di Kota Malang. Mereka kabur menggunakan kain selimut yang dililitkan ke tembok balai pelatihan kerja.
Lokasi TKW kabur dari BLK di Malang (Foto file: Muhammad Aminudin/Detikcom)

Kendati demikian, Wali Kota Malang Sutiaji menyebut ada provokasi dari orang luar yang membuat lima calon TKW kabur dari BLK PT CKS. Temuan Sutiaji ini berbeda jauh dengan hasil sidak Kepala BP2MI, Benny Rhamdani.

Dalam sidaknya, Sutiaji mengaku telah menelaah legalitas balai latihan kerja itu, Standar Operasional Prosedur (SOP), sekaligus kontrak pekerja migran yang berada di sana.

"Secara Legalitas ternyata ada 2, yaitu sebagai Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Dari kedua-duanya itu legal, bahwa anak yang ada di sini tidak tiba-tiba, mulai awal basicnya kebutuhan," kata Sutiaji kepada wartawan usai sidak.

Sutiaji meyakinkan selama sidak, ia juga menanyakan langsung kepada general manager PT CKS, manajemen, sekaligus para calon pekerja migran.

"Tidak hanya tanya ke GM dan manajemen, tapi saya klarifikasi ke anak-anak. Tidak percaya begitu saja, saya lihat fasilitas, benar enggak di sana ada pengajaran, saya lihat memang iya ada," sambung politisi Partai Demokrat itu.

Sementara soal kasus kaburnya lima calon TKW beberapa waktu lalu. Sutiaji justru menegaskan adanya provokasi pihak luar sehingga membuat mereka memilih kabur.

"Informasi yang bisa di-tracking dan sudah masuk ranah kepolisian adalah karena provokasi dilihat dari jejak digital PMI," tegas Sutiaji.

Sutiaji juga meminta jangan ada konotasi negatif terhadap balai latihan kerja. Karena, keberadaan BLK sesungguhnya justru membantu masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri.

"Jangan memberikan konotasi yang jelek terhadap kegiatan-kegiatan semacam ini karena sesungguhnya di sini membantu masyarakat yang kepingin kerja di luar. Dan ini adalah pejuang-pejuang devisa negara juga," ungkap Sutiaji.


(fat/fat)