Round-Up

Temuan Pelanggaran di Balik Loncatnya Lima TKW di BLK Malang

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 10:40 WIB
5 calon TKW kabur dan loncat dari tempat penampungan di Kota Malang. Mereka kabur menggunakan kain selimut yang dililitkan ke tembok balai pelatihan kerja.
Lokasi TKW kabur dari BLK di Malang (Foto file: Muhammad Aminudin/Detikcom)

Dengan risiko celaka dan bisa kehilangan nyawa, bahkan cacat fisik. "Orang gila mana, berani lompat dari gedung setinggi 15 meter, dengan risiko celaka, kehilangan nyawa bahkan cacat fisik. Jika tidak ada sesuatu mendorong mereka terpaksa melakukan itu," bebernya.

Benny juga menemukan satu calon pekerja migran meninggal dunia, yang awalnya dikatakan PT CKS meninggal di rumah sakit.

"Kenapa ada kesan menutup-nutupi, tadi kompak lho. CPMI (Calon pekerja migran Indonesia) lain tidak tahu, tidak mungkin. Ternyata mereka justru patungan untuk biaya pengobatan. Maka ini kita serahkan kepada kepolisian," tambahnya.

Tak hanya Benny, polisi juga menemukan dugaan tindak pidana di balik kaburnya lima calon TKW dari BLK PT Centra Karya Semesta. Yakni, adanya praktek perdagangan orang.

"Kita sudah melakukan gelar perkara di Polresta Malang Kota, kita sudah naikan status dari penyelidikan ke penyidikan," ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Leonardus mengungkapkan, tindak pidana yang ditemukan selama proses penyelidikan adalah praktik perdagangan orang. Pihaknya juga masih mendalami kasus ini, untuk menentukan unsur-unsur penerapan pasal jika ditemukan adanya tindak pidana lainnya.

"Ini tindak pidana perdagangan orang, lalu untuk unsur-unsur pasalnya, kalau ada tindak pidana lainnya, masih dalam pendalaman kami," tegas Leonardus.

Dia mengaku, selama proses penyelidikan telah memeriksa sebanyak 11 saksi. Mereka berasal dari perusahaan penyedia kerja, warga sekitar, dan juga saksi korban.

"Dengan pembuatan LP model A, dan kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap 11 saksi, baik dari perusahaan penyedia kerja, baik dari saksi-saksi korban dan juga tetangga yang ada di sekitar lokasi," akunya.

Meski sudah menaikkan status dalam proses penyidikan, kata Leonardus, pihaknya belum menetapkan adanya tersangka dalam kasus tersebut.Ini baru kita naikkan sidik, ada beberapa tahap penyidikan yang akan kita lakukan, baik itu dilakukan oleh penyidik, kami nanti menetapkan status tersangkanya," tegasnya.