Awas, Jalur Alternatif Tulungagung-Trenggalek Ambles 3 Bulan Belum Diperbaiki

Adhar Muttaqin - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 08:16 WIB
Jalur Alternatif Tulungagung-Trenggalek Tiga Bulan Ambles Tanpa Penanganan
Jalur Alternatif Tulungagung-Trenggalek Ambles (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Tulungagung -

Ruas jalan yang menjadi jalur penghubung alternatif Kabupaten Tulungagung dengan Trenggalek ambles sejak tiga bulan terakhir. Namun hingga kini belum ada proses penanganan dari pemerintah setempat.

Badan jalan yang ambles tersebut berada di Desa Samar, Kecamatan Tulungagung. Konstruksi jalan yang terbuat dari beton yang dilapisi aspal itu ambles hingga separuh badan jalan, akibatnya hanya satu jalur hang bisa dilalui oleh kendaraan.

"Yang bisa dilewati hanya separuh, bus Damri atau kendaraan lain masih bisa lewat, tapi juga di satu jalur saja," kata salah seorang warga, Jarwo, Minggu (13/6/2021).

Menurutnya, meskipun menjadi jalur alternatif antar kabupaten, ruas jalan tersebut menjadi jalur utama di Kecamatan Pagerwojo.

Amblesnya jalan raya itu terjadi sekitar tiga bulan yang lalu. Saat itu intensitas curah hujan di Pagerwojo relatif tinggi, sehingga kontur tanah di sekitar ruas jalan menjadi labil.

Pada awal kejadian, ruas jalan yang rusak hanya pada pagian tepi. Namun karena tidak kunjung mendapat penanganan, kondisi kerusakan jalan semakin parah dan muncul retakan lebar yang dapat membahayakan pengguna jalan. Sedangkan untuk menghindari kecelakaan, saat ini di lokasi kejadian dipasang water barrier.

"Seharusnya kalau terkait kerusakan jalan ambles ini sudah dilaporkan ke dinas terkait, apalagi ini akses utama bagi warga Kecamatan Pagerwojo," ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan proses perbaikan, sehingga kondisi arus lalu lintas dari kedua arah kembali normal. "Ini akses vital warga. Bahkan bus ini menjadi jalur perintis Tulungagung-Ponorogo yang dilewati Damri," tambahnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah Kasi Perencanaan Bina Marga Wahyudiana, mengaku belum mendapat laporan rinci dari jajarannya. Namun pihaknya memastikan akan segera menindaklanjuti.

"Kalau jalan di kawasan pegunungan, salah satu risiko kerusakannya seperti itu. Tapi kami akan segera tindak lanjuti," kata Wahyudiana.

(fat/fat)