Kelola Prostitusi Berkedok Warkop di Jombang, Berapa Keuntungan si Muncikari?

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 20:38 WIB
prostitusi berkedok warung kopi
Anis Itasari, muncikari yang diamankan dalam kasus prostitusi berkedok warung kopi (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Jombang -

Anis Itasari (31) mengelola bisnis prostitusi berkedok warung kopi (warkop) di Jombang sejak 2019. Wanita lajang asal Kemlagi, Mojokerto ini meraup keuntungan lebih dari Rp 250.000 dalam sehari.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan Anis mengontrak sebuah rumah di kawasan eks lokalisasi Tunggorono, Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Kacamatan Jombang untuk menjalankan bisnis lendir tersebut.

Di depan rumah kontrakan tersebut, tersangka mendirikan warkop untuk menyamarkan bisnis haramnya dari pantauan aparat penegak hukum. Menurut Teguh, bisnis prostisusi tersebut dikelola Anis sejak 2019.

"Orang-orang yang ngopi ditawari untuk wik-wik. Kalau mau langsung masuk kamar," kata Teguh saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (11/6/2021).

Teguh menjelaskan Anis mempunyai anak buah 3 pekerja seks komersial (PSK). Dua di antaranya berinisial DF (23) asal Kediri dan RN (30) asal Nganjuk. Mereka juga tinggal di rumah kontrakan tersebut.

Tarif kencan yang dipasang Anis tergolong murah. Yaitu hanya Rp 150-200 ribu untuk sekali kencan selama satu jam. Tersangka menerima imbalan Rp 25.000 dari setiap transaksi.

"Satu hari dari tiga PSK, muncikari dapat keuntungan Rp 250 ribu," terang Teguh.

Itu belum termasuk pendapatan yang diterima Anis dari menyewakan kamar untuk kencan. Menurut Teguh, tersangka mematok tarif sewa kamar Rp 40.000 per jam. Oleh sebab itu, tersangka rela membayar sewa rumah Rp 3 juta per bulan.

"Jadi, selain menyiapkan PSK, mucikari juga menyewakan kamar Rp 40 ribu per jam," tandasnya.

Praktik prostitusi yang dikelola Anis digerebek tim dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang pada Kamis (10/6) sekitar pukul 14.30 WIB. Anis disangka dengan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

(iwd/iwd)