15.524 Pengendara di Suramadu Di-swab, 130 Positif COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 15:21 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

15.524 Pengendara motor dan mobil telah dilakukan tes swab antigen di penyekatan Suramadu arah Surabaya. Dari 15.524 pengendara, 130 di antaranya positif COVID-19 dari tes swab PCR. Data tersebut diambil sejak Sabtu (5/6) hingga Jumat (11/6/2021) pukul 03.00 WIB.

"Sudah diswab 15.524, positif antigen 316, PCR positif 130. Ini ke RS Lapangan, ada beberapa yang di RS lain juga. 130 ini keluar dari Asrama Haji," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febria Rachmanita di Balai Kota, Jumat (11/6/2021).

"Nah lucunya, kemaren mereka mau masuk (ke Surabaya) jam 01.00, karena sepi nggak ada yang lewat. Sekarang mereka datang jam 01.00 ke atas. Padahal kita masih di situ (penyekatan) sampai jam 3 pagi, ramai," tambah pejabat yang akrab disapa Fenny ini.

Oleh karena itu, pihaknya harus mengubah strategi agar pengendara tidak mencuri kesempatan saat tidak ada penjagaan. Kini, petugas diperbanyak saat penyekatan pada pukul 24.00 WIB sampai 06.00 WIB.

"Diketatkan paginya, makanya kemarin jam 24.00-03.00 itu udah ada 500 kendaraan. Dari pagi sampai siang sekitar 2.000. Sehari sekitar 4.000-6.000," ujarnya.

Mereka yang terjaring penyekatan, kata Fenny, identitas KTP dari Madura semua. Selain itu, Pemkot Surabaya juga mengantisipasi saat Idul Adha nanti, dimana selalu ada tradisi pulang kampung atau toron.

"Kita harus waspada nanti saat Idul Adha. Nanti biasanya kan toron, istilahnya itu. Ngumpul lagi. Itu yang saya khawatirkan," kata Fenny.

Oleh karena itu, langkah dan upaya yang perlu dilakukan adalah memperketat protokol kesehatan. Baik di Surabaya sendiri maupun di Madura, agar kasus COVID-19 tidak melonjak.

"3T harus dimasifkan. Yang nomer 1 masyarakat harus taat, nggak bisa hanya di Surabaya. Ini kan mobilitas manusianya besar, dari sini ke sana. Keliling lagi mungkin di luar Surabaya, se-Jatim gitu. Jadi sudah komunitas penularannya. Nomer satunya prokes, harus ditaati," pungkasnya.

(iwd/iwd)