13.735 Orang Swab Antigen di Suramadu Sisi Surabaya, 120 Positif COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 18:11 WIB
Sebanyak 13.735 pengendara motor dan mobil menjalani swab antigen dalam penyekatan di Suramadu sisi Surabaya. Ada 120 orang yang positif COVID-19 setelah swab PCR.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Sebanyak 13.735 pengendara motor dan mobil menjalani swab antigen dalam penyekatan di Suramadu sisi Surabaya. Ada 120 orang yang positif COVID-19 setelah swab PCR.

"Sejak Sabtu (5/6) malam hingga hari ini Kamis (10/6/2021) pukul 12.00 WIB, terdapat 13.735 yang di-swab antigen, 239 positif. Total yang PCR 574, positif 120, hasil belum keluar 13," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Suramadu, Kamis (10/6/2021).

Eri menambahkan, pengendara yang hasil swab PCR-nya positif COVID-19 akan dibawa ke RS penyangga sesuai arahan Gubernur Khofifah. Seperti ke RSU dr Soetomo, RS Unair dan RS Lapangan Indrapura.

"Sekarang pasien ada di RS-nya provinsi sebagai penyangga," ujarnya.

Untuk mencegah lonjakan Kasus COVID-19 seperti di Bangkalan, sebagai daerah tetangga, Surabaya melakukan berbagai persiapan dan upaya antisipasi. Seperti melakukan swab kepada orang yang masuk ke Surabaya.

"Kita juga melakukan swab hunter massal di dalam Kota Surabaya sendiri. Baik di tempat keramaian dan diperkirakan menimbulkan lonjakan. Sehingga hari ini kita konsen di dalam Kota Surabaya, agar kasus jangan sampai melonjak," jelasnya.

Penyekatan hari ini tidak hanya di jalur Madura menuju Surabaya. Tapi juga jalur Surabaya menuju Madura.

"Penambahan kasus positif di Madura cukup tinggi dan adanya dugaan varian baru. Ini menjadi antisipasi kita semua untuk menjaga warga Surabaya dan Madura agar tetap sehat semua," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum.

Petugas gabungan yang ada di Suramadu sisi Surabaya, menghentikan kendaraan bukan pelat M yang menuju Madura. Pengendara pun diminta menunjukkan KTP dan menjelaskan tujuannya ke Madura.

Pengendara yang boleh melintas hanya yang memiliki kepentingan. Jika tidak mendesak akan diarahkan putar balik.

Namun jika tujuan pengendara mendesak, maka diperbolehkan melintas Suramadu dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Seperti menunjukkan bukti surat kerja dari perusahaan dan hasil tes COVID-19 negatif, atau ada bukti kepentingan lain.

"Silakan menunjukkan surat atau surat rapid hasilnya negatif. Kalau tidak bisa dilakukan di sini (rapid antigen). Jika tidak ada kepentingan mendesak kita putar balik. Kita sama-sama melindungi masyarakat," pungkasnya.

(sun/bdh)