Bangkalan Jadi Penyumbang Terbanyak 2.283 Kasus Aktif COVID-19 di Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 16:43 WIB
Polda Jawa Timur mengerahkan pasukan dari berbagai satuan kerja untuk menekan lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan. Para personel ini disebar di empat kecamatan yang masuk zona merah.
Banner waspada COVID-19 di Bangkalan (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Kasus aktif positif COVID-19 di Jawa Timur terus merangkak naik. Tercatat, ada 2.283 kasus aktif di Jatim. Bangkalan, menjadi daerah dengan kasus aktif terbanyak di Jatim, usai penyekatan Suramadu.

"Saat ini, mulai naik. Pasca lebaran kasus aktif di Jatim sekitar 1.500-an. Saat ini, 2.283 kasus aktif, naik cukup banyak setelah penyekatan Suramadu," ujar Dr Makhyan Jibril, Jubir Satgas COVID-19 saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (10/6/2021).

Jibril menjelaskan daerah yang menjadi sorotan yakni Bangkalan. Pada 5 Juni lalu, kasus aktif di Bangkalan masih berjumlah 56. Kini, menjadi 190 kasus.

"Ini yang menjadi perhatian khusus. Pada Sabtu lalu, Bangkalan masih peringkat 15-an kasus terbanyak. Sekarang melonjak, dan jadi daerah dengan kasus aktif terbanyak," terangnya.

Dampak kenaikan kasus di Bangkalan, tambahan kasus COVID-19 di Jatim kini bertambah di atas 300 kasus per-harinya. Bahkan pada Rabu (9/6) kemarin, bertambah 401 kasus baru.

"Kita tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat, prokes, prokes, dan prokes. Jangan pernah kendor. Dan pelajaran kita, setelah libur panjang, kasus selalu naik," tandasnya.

Di Surabaya sendiri ada ponpes yang 14 santrinya positif COVID-19. Klaster ponpes ini terjadi saat ada santri di pondok pesantren yang tertular temannya dari Bangkalan.

Berikut detail 2.283 kasus aktif di Jatim yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota sesuai urutannya:

1. Bangkalan, 190 kasus aktif
2. Kabupaten Madiun, 156 kasus aktif
3. Kota Surabaya, 149 kasus aktif
4. Kabupaten Blitar, 132 kasus aktif
5. Banyuwangi, 110 kasus aktif
6. Magetan, 101 kasus aktif
7. Nganjuk, 96 kasus aktif
8. Ponorogo, 94 kasus aktif
9. Trenggalek, 88 kasus aktif
10. Kota Madiun, 88 kasus aktif
11. Tulungagung, 78 kasus aktif
12. Kabupaten Kediri, 62 kasus aktif
13. Tuban, 62 kasus aktif
14. Pacitan, 57 kasus aktif
15. Kabupaten Mojokerto, 54 kasus aktif
16. Gresik, 53 kasus aktif
17. Lamongan, 47 kasus aktif
18. Sidoarjo, 45 kasus aktif
19. Ngawi, 34 kasus aktif
20. Jember, 32 kasus aktif
21. Kabupaten Pasuruan, 31 kasus aktif
22. Kota Malang, 29 kasus aktif
23. Kota Mojokerto, 26 kasus aktif
24. Kabupaten Malang, 25 kasus aktif
25. Jombang, 21 kasus aktif
26. Bondowoso, 20 kasus aktif
27. Bojonegoro, 18 kasus aktif
28. Lumajang, 15 kasus aktif
29. Situbondo, 15 kasus aktif
30. Kota Kediri, 11 kasus aktif
31. Kota Batu, 11 kasus aktif
32. Sampang, 10 kasus aktif
33. Kabupaten Probolinggo, 10 kasus aktif
34. Sumenep, 9 kasus aktif
35. Kota Blitar, 8 kasus aktif
36. Kota Probolinggo, 8 kasus aktif
37. Pamekasan, 3 kasus aktif
38. Kota Pasuruan, 2 kasus aktif.

(iwd/iwd)