Tiga Warga Tulungagung Keracunan Gadung, Satu Tewas

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 21:12 WIB
Tiga warga Dusun Bago, Desa Sidem, Kecamatan Gondang, Tulungagung keracunan setelah mengkonsumsi umbi gadung. Satu di antaranya meninggal dunia.
Warga menggotong jenazah korban yang meninggal dunia akibat keracunan/Foto: Istimewa
Tulungagung -

Tiga warga Dusun Bago, Desa Sidem, Kecamatan Gondang, Tulungagung keracunan setelah mengkonsumsi umbi gadung. Satu di antaranya meninggal dunia.

Kapolsek Gondang AKP Suwancono mengatakan, korban yang meninggal dunia adalah Bejo (78). Sedangkan dua korban lain yakni Karyati (49) dan Supandi (68). Mereka berdua selamat setelah mendapatkan pertolongan medis.

Menurutnya, peristiwa keracunan itu bermula saat anak korban yang tewas, Soyin (55) mencari umbi-umbian jenis gembolo di pekarangan dekat rumahnya.

"Kebetulan posisi umbi gembolo itu berada dalam satu gerombol dengan gadung. Kalau sekilas bentuknya memang mirip, tapi warnanya beda. Kalau gembolo tidak beracun, tapi kalau gadung beracun," kata Suwancono, Kamis (10/6/2021).

Tanpa disadari, Toyin membawa serta umbi gadung pulang ke rumah dan dimasak oleh istrinya, Karyati. Hasil olahan umbi itu kemudian dikonsumsi oleh korban Bejo, Karyati dan salah satu tetangganya, Supandi.

"Beberapa saat setelah mengkonsumsi umbi-umbian itu, ketiga korban mengalami gejala keracunan. Seperti mual dan pusing," ujarnya.

Nahas, akibat keracunan itu korban Bejo meninggal dunia. AKP Suwancono menambahkan, pihaknya yang mendapat laporan adanya korban tewas keracunan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

"Dari penyelidikan sementara kami mendapatkan barang bukti kupasan umbi yang dimasak dan sisa yang dimakan," ujarnya.

Dari barang bukti itu pihaknya menemukan umbi jenis gembolo dan gadung. Saat ini seluruh barang bukti diamankan polisi guna proses penyelidikan lebih lanjut.

"Akan kami uji laboratorium," jelasnya.

Sementara dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia murni akibat keracunan dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Korban meninggal sekarang sudah dimakamkan oleh pihak keluarga," pungkas Suwancono.

(sun/bdh)