Program Omah ASTUTI Diluncurkan di Bojonegoro, Seperti Apa Fungsinya?

Ainur Rofiq - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 16:13 WIB
Agunge Sikap Tulung Tinulung (ASTUTI) yang digagas oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia,  bukan hanya jargon atau pepesan kosong belaka.
Rakor di Aula Satlantas Polres Bojonegoro/Foto: Ainur Rofiq/detikcom
Bojonegoro -

Agunge Sikap Tulung Tinulung (ASTUTI) digagas Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia. Itu bukan hanya sekadar jargon.

Sebelumnya, ASTUTI digelorakan untuk memberikan bantuan sosial atau Jumat Berkah kepada kaum duafa dan anak yatim. Kini jargon tersebut terus bergerak di tengah masyarakat.

AKBP Eva Guna Pandia kini mengoptimalisasi Omah ASTUTI sebagai problem solving, dalam rangka mewujudkan Polri yang Presisi (prediktif, responsibilitas, transparan, dan berkeadilan).

Ia memaparkan hal itu di hadapan para pejabat utama Polres Bojonegoro, para kapolsek dan kasi humas jajaran di Aula Satlantas Polres Bojonegoro, Jalan Imam Bonjol.

Dengan adanya Omah ASTUTI di tingkat desa, ia berharap dapat menjadi tempat penyelesaian permasalahan di masyarakat. Permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat dipandang perlu adanya restorative justice, mengutamakan pendekatan dalam penyelesaian perkara atau permasalahan.

Program Omah ASTUTI bisa menjadi solusi yang terbaik bagi masyarakat, dan benar-benar mengawal penegakan hukum yang berkeadilan.

"Omah ASTUTI sebagai tempat restorative justice sebagai bentuk penyelesaian permasalahan yang memenuhi rasa keadilan. Kita coba formulasikan dengan baik sehingga rasa keadilan betul-betul kita wujudkan," ujar AKBP Pandia, Rabu (9/6/2021).

AKBP Pandia juga menyampaikan, dalam menyelesaikan permasalahan di Omah ASTUTI harus ada penengah. Seperti kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan keluarga kedua belah pihak yang bersengketa.

"Dengan adanya Omah ASTUTI ini bisa membantu dalam pelaksanaan tugas para Bhabinkamtibmas untuk menyelesaikan suatu permasalahan, yang sifatnya ringan maupun permasalahan sosial. Sehingga dalam pelaksanaan tersebut akan didampingi oleh tiga pilar, tokoh agama, masyarakat penyelesaian permasalahan tersebut," pungkasnya.

(sun/bdh)