Dokter, Perawat hingga Bidan di Bangkalan Meninggal Terpapar COVID-19

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 21:56 WIB
Kapolda Jatim Blusukan ke Bangkalan bertemu bupati dan forkopimda
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta (kanan)/Foto: Istimewa (Dok Polda Jatim)
Surabaya -

Kasus COVID-19 di empat kecamatan di Bangkalan mengalami lonjakan. Bahkan ada dokter hingga tenaga kesehatan yang meninggal dunia terpapar COVID-19.

Melihat hal itu, Forkopimda Jawa Timur langsung melakukan pengecekan dan koordinasi, agar jumlah penderita COVID-19 tak terus naik. Salah satunya, melakukan pengecekan penyekatan di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan, Desa Tengket merupakan salah satu desa terdampak COVID-19, di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Di desa ini peningkatan kasus COVID-19 terjadi pascalibur Idul Fitri 2021.

Tak hanya itu, di desa ini tercatat ada 7 orang yang meninggal. Ada 3 orang tenaga kesehatan, dan empat masyarakat.

"Di Desa Tengket sendiri terdapat 10 orang melakukan isolasi mandiri di rumah dan sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat COVID-19. Yaitu 4 masyarakat Desa Tengket, 1 dokter, 1 perawat dan 1 bidan," jelas Nico di Surabaya, Senin (7/6/2021).

Dalam data yang dihimpun detikcom, dokter yang meninggal tersebut yakni dr Eko yang merupakan dokter spesialis radiologi. Nico menambahkan, dari keterangan Kepala Desa Tengket, masyarakat desa masih trauma dan takut dirawat di RS. Sehingga menjadi kesulitan tersendiri dalam penanganan penyebaran COVID-19.

Nico ingin sosialisasi pencegahan dan penanganan COVID-19 lebih intens dilakukan di Desa Tengket. Nico berjanji pihaknya akan membantu dalam penyiapan nakes. Sehingga diharapkan dapat membantu penanganan penyebaran COVID-19 di Desa Tengket.

(sun/bdh)