Antisipasi Potensi Tsunami Jawa Timur, Pemkab Pacitan Galakkan Rumus 20-20-20

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 16:28 WIB
Potensi Tsunami Selatan Jatim, Pacitan Siapkan Tempat Evakuasi dan Beri Edukasi Warga
Bupati pantau pesisir Pantai Pancer Door Pacitan (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Pacitan -

Pemkab Pacitan terus mengedukasi warga dengan rumus 20-20-20. Ini menyusul informasi BMKG tentang potensi gempa dan tsunami di 8 wilayah Jatim. Sosialisasi kepada warga yang berada di kawasan rawan pun dilakukan.

"Ya, sejak lama kita terus mengedukasi dan menyosialisasikan (rumus) 20-20-20," terang Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berbincang dengan detikcom, Jumat (4/6/2021).

Bupati mengatakan jargon tersebut selama ini sudah cukup akrab di kalangan masyarakat Kota 1001 Gua. Terlebih di banyak kesempatan BPBD dan jajaran selalu menyelipkan pesan mitigasi dengan formula sederhana itu.

Hal yang paling tampak adalah kesigapan masyarakat saat terjadi gempa. Mereka spontan keluar rumah dan menjauhi bangunan. Tentu saja tradisi tersebut harus tetap dijaga. Itu sekaligus wujud kearifan lokal guna membangun kesiapsiagaan.

"Dengan mengamati gejala alam yang terjadi. Kalau orang Jawa bilang 'Ilmu Titen', kemudian dipadukan dengan rumus 20-20-20 itu," tambah Mas Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji.

Jargon 20-20-20 merupakan metode yang dinilai efektif dan mudah diingat. Artinya jika terjadi gempa selama 20 detik, warga diimbau segera menuju ke tempat setinggi di atas 20 meter. Adapun waktu efektif untuk evakuasi selama 20 menit.

Di wilayah Kabupaten Pacitan sendiri upaya antisipasi sudah dilakukan sejak lama. Pemkab telah menyiapkan belasan tempat pengungsian. Umumnya berupa perbukitan yang berjarak relatif dekat dengan permukiman. Akses menuju shelter pengungsian pun sudah cukup memadai.

"Kita sudah mempunyai shelter-shelter alami berupa perbukitan. Dan Insya Allah jaraknya tidak jauh (dari permukiman)," katanya.

Di sisi lain Mas Aji mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi informasi BMKG tersebut. Justru yang terpenting, lanjut dia adalah meningkatkan kesiapsiagaan. Tentu saja dengan mengacu prosedur mitigasi yang sudah ada.

(fat/fat)