Bocah di Surabaya Tewas Dianiaya Tetangga Baru

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 18:14 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi/Foto: istimewa
Surabaya -

Seorang bocah di Surabaya diduga menjadi korban penganiayaan. Ia tewas setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sang bocah yakni JM (12). Ia tinggal di Jalan Kupang Krajan, Surabaya. Korban yang berstatus pelajar SD tersebut dikabarkan mengembuskan napas terakhir pada Rabu (3/6), setelah enam hari dirawat intensif di RSU dr Soetomo.

Paman JM yang bernama FP (36) membenarkan kabar duka tersebut. "Kondisi kemarin meninggal jam 10.27 WIB di RSU dr Soetomo. Sudah divisum oleh forensik, sekarang sudah disemayamkan di Adi Jasa (Demak)," ujarnya kepada detikcom, Kamis (3/6/2021).

FP kemudian menjelaskan soal dugaan penganiayaan terhadap keponakan tersebut. Menurutnya, penganiayaan itu terjadi pada Rabu (26/5) sekitar pukul 14.00 WIB, di sebuah kamar kos di kawasan Kupang Krajan V, Surabaya.

Ia menambahkan, dugaan penganiayaan tersebut sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Terlapor yakni seorang pria berinisial W (46) warga Garut, Jawa Barat.

"Jadi ada yang melihat jika korban (JM) dijemput oleh dua orang anaknya dari terduga pelaku. Jadi diajak main ke tempat kosnya itu di Kupang Krajan," ungkap FP.

Kala itu, FP kemudian menerima laporan bahwa keponakan telah bersimbah darah di kamar kos yang tidak jauh dari rumah JM. FP kemudian mendatangi kos tersebut.

"Ternyata betul kondisinya seperti itu, sudah sekarat. Akhirnya dilarikan ke rumah sakit, dirawat selama enam hari," lanjut FP.

Saat di kamar kos, FP menemukan bata paving dan selimut yang sudah penuh darah. Selain itu, handphone milik korban juga hilang.

"Yang pasti ada batu paving dan selimut-selimut yang sudah berdarah. Tapi semuanya (barang bukti) sudah diamankan di Polres. (Barang yang hilang) HP," kata FP.