Cerita Sapi Beranak yang Jadi Seserahan Pernikahan 'Sultan' Nganjuk

Sugeng Harianto - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 17:21 WIB
seserahan sultan nganjuk
Sapi yang merupakan seserahan 'sultan' di Nganjuk (Foto: Tangkapan layar)
nganjuk -

'Sultan' di Nganjuk membawa seserahan untuk pernikahan berupa empat ekor sapi, perabotan rumah tangga, hingga hasil bumi. Seserahan itu ternyata telah disiapkan sejak lama.

Seserahan sapi disiapkan sejak tahun lalu. Dua sapi itu dibeli pada Agustus 2020 dalam keadaan bunting. Saat diserahkan, sapi yang semula dua menjadi empat karena masing-masing sapi telah beranak.

"Betul itu hantaran dari menantu saya, bawa empat ekor sapi dan hasil palawija," ujar Sutoyo, mertua pengantin pria yang juga Kades Sendangbumen, Kecamatan Berbek, Nganjuk kepada detikcom, Sabtu (30/5/2021).

Sutoyo mengaku sudah tiga periode menjabat kades. Dia mendapatkan besan pengusaha toko dan petani tebu di Nganjuk. Seserahan berupa empat ekor sapi, perabot rumah tangga, dan hasil bumi itu telah siapkan sang besan sejak dua bulan lalu.

"Kalau saya menjabat kades sudah tiga periode hampir 15 tahun. Besan saya itu pedagang dan petani tebu. Persiapan katanya dua bulan lalu, itu mulai sapi sampai beranak itu," ungkap Sutoyo.

Sutoyo mengatakan seserahan pernikahan dengan membawa empat ekor sapi itu merupakan inisiatif dari sang besan sendiri. Tidak pernah ada kesepakatan apapun karena seserahan pernikahan di Nganjuk sesuai kemampuan keluarga mempelai pria.

"itu inisiatif sendiri keluarga besan saya dan tidak ada kesepakatan. Biasanya hantaran itu sesuai kemampuan besan," papar Sutoyo.

Sutoyo menambahkan selain dua induk sapi lengkap dengan dua anaknya juga ada hewan lain yang turut diserahkan. Yakni sepasang angsa, bebek, burung merpati dan perkutut. Di samping itu juga berupa panen hasil bumi seperti padi dan palawija lainnya.

"Lengkap selain hewan juga perabot rumah tangga, hasil pertanian, hewan angsa sejodoh, merpati, burung kutut, lengkap satu pasang," tandasnya.

Seserahan itu merupakan bagian dari pernikahan Agusti Waluyo, warga Babadan Nganjuk dengan Tidar Putri Ayu Susandika(22), putri Kepala Desa Sendangbumen, Kecamatan Berbek Nganjuk.

Agusti merupakan seorang polisi yang berdinas di Satuan Sabhara Polres Nganjuk. Mereka telah berpacaran selama tiga tahun sebelum memutuskan menikah.

Simak Video: Heboh Seserahan Pernikahan di Nganjuk Bak Seorang Sultan

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)