Pemkab Blitar Gratiskan Rapid Antigen Bagi Santri yang Akan Balik Mondok

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 15:49 WIB
Pemkab Blitar menggratiskan rapid antigen bagi satri yang akan kembali mondok. Layanan ini meneruskan instruksi Wapres Maruf Amin, agar ponpes jadi pilot project memutus rantai penyebaran COVID-1
Rapid antigen di Blitar/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Pemkab Blitar menggratiskan rapid antigen bagi santri yang akan kembali mondok. Layanan ini meneruskan instruksi Wapres Ma'ruf Amin, agar ponpes jadi pilot project memutus rantai penyebaran COVID-19.

Soal rapid antigen gratis bagi santri ini telah menyebar di media sosial. Seperti yang dibenarkan Plt Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi.

"Iya benar ada layanan gratis untuk santri warga Kabupaten Blitar yang akan kembali mondok ke berbagai wilayah. Tapi kami belum mendapat petunjuk, berapa lama masa berlakunya hasil rapid antigen ini. Yang jelas, berbeda dengan masa berlaku pelaku perjalanan," kata Eko kepada detikcom, Selasa (25/5/2021).

Teknis pelaksanaannya, lanjut dia, santri bisa mendatangi Puskesmas terdekat dengan tempat tinggal. Berdasarkan surat keterangan dari pengelola pondok, santri bisa mendapatkan rapid antigen gratis. Soal berapa jumlah reagen rapid antigen yang disediakan, Eko mengaku sekitar 10 ribu reagen.

Sementara Humas Kemenag Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi memaparkan, Bupati Blitar meneruskan instruksi Wapres Ma'ruf Amin agar ponpes menjadi pilot project pemutusan rantai penularan COVID-19.

"Munculnya klaster ponpes kemarin itu jadi preseden buruk bagi kami. Karena semua aktivitas dilakukan di dalam pondok. Untuk itu Wapres meminta pengelolaan prokes di ponpes harus lebih diperketat. Adanya rapid antigen gratis yang disediakan Bupati Blitar adalah wujud merealisasikan program Sadar COVID-19 di ponpes Kabupaten Blitar," papar Jamil.

Jamil juga menambahkan, karena layanan rapid antigen gratis ini diperuntukkan bagi santri warga Kabupaten Blitar, maka santri di luar Kabupaten Blitar yang akan kembali mondok di wilayah Kabupaten Blitar, akan di-screening lebih ketat.

Di antaranya, mereka membawa surat keterangan sehat dari yankes asal daerahnya. Pengelola ponpes juga telah berkoordinasi dengan satgas PPKM mikro mengawasi kedatangan santri dari luar Kabupaten Blitar.

"Ada 130 pondok pesantren di Kabupaten Blitar. Di mana 30 di antaranya merupakan pondok besar dengan jumlah santri ribuan. Namun kalau dipersentase, jumlah santri lokal atau warga Blitar itu 70 persen. Yang 30 persen, itu santri dari luar Blitar," pungkasnya.

(sun/bdh)