Bahaya Isu Santet dalam Kasus Kematian 25 Hewan Ternak di Tulungagung

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 17:09 WIB
Tulungagung -

Isu santet dalam kasus kematian 25 hewan ternak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo ditanggapi langsung oleh Bupati dan Kapolres Tulungagung. Isu tersebut dinilai sensitif.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, isu tersebut dinilai sensitif karena dapat memicu keresahan dan emosi masyarakat. Bahkan apabila dibiarkan, dikhawatirkan dapat menjadi aksi main hakim sendiri.

"Ya itu, biasanya kalau di desa sudah diisukan santet. Kemudian termakan isu santet, bisa terbawa. Makanya Pak Kapolres menyampaikan, di zaman maju seperti ini, jangan main hakim sendiri," kata Maryoto, Jumat (21/5/2021).

Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto yang menemui para peternak di Desa Sidomulyo, mengimbau agar tidak mudah termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga meminta warga tidak membuat isu yang meresahkan.

"Seperti kita tahu, dulu pernah ada isu santet di Banyuwangi, dampaknya sampai terjadi aksi main hakim sendiri. Kemudian yang terakhir isu babi ngepet di Jawa Barat, ternyata tidak benar," ujar Handono.

Menurutnya kasus kematian puluhan hewan ternak itu telah dilakukan proses penyelidikan oleh aparat kepolisian. Sedikitnya tujuh orang saksi telah diperiksa oleh polisi, guna menggali fakta-fakta yang terjadi.

"Dari beberapa peternak yang diperiksa, mereka menyampaikan bahwa hewan ternak yang mati karena sakit. Cuma memang ada satu yang di dalamnya ditemukan kain, tapi itu sedang diinvestigasi oleh dinas peternakan," jelasnya.

Handono menegaskan, dari penyelidikan sementara kematian puluhan ternak itu tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan atau dibunuh orang. "Tidak ada indikasi dibunuh atau dibuat mati," pungkas Handono.

(sun/bdh)