25 Hewan Ternak Mati Beruntun, Bupati Tulungagung Minta Warga Tak Resah

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 16:37 WIB
Tulungagung -

Jumlah hewan ternak di Desa Sidomulyo Kecamatan Pagerwojo yang mati beruntun mencapai 25 dalam sebulan terakhir. Rata-rata sakit sebelum mati.

Kepala Desa Sidomulyo, Mulyono Susanto mengatakan, kematian hewan ternak itu terjadi di beberapa wilayah di desanya. "Kalau yang satu bulan terakhir, tapi dari berbagai daerah itu yang diperiksa kesehatannya ada tujuh. Sedangkan yang mati di beberapa tempat ada 25 ekor," kata Mulyono, Jumat (21/5/2021).

Kematian puluhan hewan ternak itu rata-rata didahului dengan sakit. Sedangkan yang mati secara mendadak relatif sedikit.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, terkait kematian puluhan hewan ternak yang terdiri dari sapi dan kambing di Desa Sidomulyo, pihaknya meminta warga tidak resah maupun membuat spekulasi sendiri.

"Kami sudah menempatkan mantri-mantri hewan atau penyuluh di sini. Dari Bhabinkamtibmas ada, kemudian Babinsa juga ada. Kalau ada masalah segera dilapori," kata Maryoto.

Menurutnya, kecepatan pelaporan dari masyarakat akan mempermudah tim Dinas Peternakan dalam menyelidiki penyebab kematian hewan ternak itu. Bupati mengakui kematian puluhan hewan ternak tersebut cukup berpengaruh terhadap masyarakat di Desa Sidomulyo. Sebab 90 persen warga menjadi peternak sapi maupun kambing.

"Kalau membuat warga khawatir tentu wajar, karena sebagian besar adalah peternak," imbuhnya.

Namun pihaknya meyakinkan, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Dinas Peternakan masih terus menyelidiki penyebab kematian hewan ternak itu. Sehingga diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kematian puluhan hewan ternak di Desa Sidomulyo sempat menimbulkan berbagai spekulasi. Bahkan ada warga yang curiga matinya ternak diakibatkan oleh ilmu hitam atau santet.

Kabar ini semakin santer lantaran saat dilakukan proses pembedahan pada perut kambing dan sapi yang mati, ditemukan benda asing berupa kain panjang, besi hingga batu.

Sedangkan dalam investigasi yang dilakukan Dinas Peternakan, hanya ada kain panjang mirip tali yang ditemukan warga dalam perut kambing. Petugas Disnak Tulungagung menilai, keberadaan kain di dalam perut kambing bisa terjadi, akibat termakan. Sehingga kondisi itu mengganggu sistem pencernaan dan mengakibatkan hewan ternak mati.

(sun/bdh)