Pakar Sebut Virus Mutasi Baru Corona Harus Diuji ke Hewan

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 17:28 WIB
Ilustrasi penyintas COVID-19
Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Surabaya -

Mutasi baru virus Corona ditemukan di Jawa Timur. Untuk mendalami mutasi ini, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom mengimbau dilakukan uji pada hewan.

Sebelumnya, dua tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) terpapar mutasi baru virus Corona. Mereka baru kembali dari Malaysia. Ada TKI asal Jember terpapar Corona B117 strain UK (United Kingdom), sedangkan TKI asal Sampang terpapar Corona B1351 strain Afrika Selatan (Afsel). Kini mereka dirawat di ruangan khusus RS Lapangan Indrapura (RSLI).

"Saya ingin menekankan bukan poin pada TKI dan bukan juga poin varian Afrika, tapi seharusnya dilanjutkan virus yang dibawa TKI ini diuji disimulasikan di hewan. Kemudian nanti dari hewan ini bagaimana penularannya dan bagaimana manifestasi klinik atau patologinya," papar Prof Nidom kepada detikcom di Surabaya, Selasa (18/5/2021).

Nidom mengatakan hasil uji ini bisa diinformasikan pada dokter di Indonesia. Prof Nidom juga menyoroti Menteri Kesehatan yang hanya mengumumkan adanya temuan kasus ini tanpa tindak lanjut.

"Nanti dari situ diinformasikan kepada teman-teman di rumah sakit. Tapi Menteri Kesehatan hanya mengumumkan begitu saja. Selanjutnya apa dia menginstruksikan ke litbangkes agar virus yang dari TKI ini diuji coba ke hewan?" jelas Nidom.

"Sehingga dalam waktu 7 hari diketahui bahwa virus yang datangnya dari Afrika Selatan ini mempunyai ciri-ciri begini-begini dan itu disampaikan kepada seluruh dokter seluruh Indonesia. Misalnya jika ada masyarakat yang mempunyai ciri-ciri seperti ini, lebih banyak ke arah versi ini dan pencegahannya menggunakan ini. Kan begitu seharusnya. Kenapa ini tidak dijalankan begitu?" imbuhnya.

(hil/fat)