Pasangan Selingkuh Didenda Rp 20 Juta Tapi Massa Tetap Rusak Balai Desa, Kenapa?

Ainur Rofiq - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 17:16 WIB
Perusakan Balai Desa Ngimbang
Pagar Balai Desa Ngimbang yang dirusak warga (Foto: Ainur Rofiq)
Tuban -

Perselingkuhan warga menjadi musabab perusakan Balai Desa Ngimbang di Kecamatan Palang, Tuban. Mediasi yang dilakukan pemerintah desa tak memuaskan warga yang kalap lalu melakukan perusakan.

Pada Minggu (16/5) malam, perangkat desa didampingi bhabinkamtibmas, babinsa, linmas, dan juga keluarga 'menyidangkan' EM (49) dan SO (56), warga yang dituding melakukan perselingkuhan.

EM merupakan warga setempat yang bekerja sebagai guru honorer. Sementara SO juga warga setempat yang sudah berkeluarga namun istrinya sedang bekerja di luar Jawa.

Perselingkuhan mereka disebut sudah berjalan selama tiga bulan lamanya. Warga sudah melaporkan mereka ke pemerintah desa dan sudah dipanggil. Tetapi mereka mengabaikan panggilan itu hingga pada Minggu kemarin mereka akhirnya bersedia hadir di Balai Desa Ngimbang atas desakan keluarga.

Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Adhi Makayasa mengatakan warga mengira hadirnya EM dan SO di Balai Desa karena mereka tertangkap basah sedang melakukan perselingkuhan. Saat itu sekitar 100-an warga berkumpul di luar balai desa untuk mengikuti mediasi.

"Dari pemeriksaan saksi ada laporan ke pemdes dari warga untuk dugaan perselingkuhannya. Jadi bukan karena keduanya itu tertangkap basah ya. Tadi malam dimediasi oleh kades," ujar Adhi kepada detikcom, Senin (17/5/2021).

Adhi mengatakan dalam mediasi malam itu, didapati kesepakatan yakni kedua pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Mereka juga dikenakan denda.

"Kepala desa saat kita mintai keterangan menjelaskan bahwa keduanya sanggup membayar denda sebanyak Rp 20 juta. Namun warga tetap tak terima. Warga meminta supaya pelaku diusir dari Desa Ngimbang," imbuh Adhi.

Permintaan warga agar pelaku diusir namun tak dituruti itu lah yang membuat warga marah. Massa yang tak puas lalu mulai melakukan perusakan. Massa dari warga setempat yang berkumpul sekitar 100 orang melampiaskan kekesalannya dengan merusak dan melempari kantor desa dengan batu hingga kaca pecah. Massa juga merusak pagar tembok hingga roboh.

Massa juga merusak dan mematahkan pagar besi. Massa kemudian mengacak-acak bagian dalam ruangan Balai Desa Ngimbang. Dua pasangan tersebut segera diamankan saat warga mulai merusak balai desa.

(iwd/iwd)