Persewaan Kuda dan Perahu di Telaga Sarangan Sepi Akibat Larangan Mudik

Sugeng Harianto - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 18:05 WIB
Persewaan kuda dan perahu di telaga sarangan sepi akibat larangan mudik
Telaga Sarangan (Foto: Sugeng Harianto/detikcom)
Magetan -

Kebijakan larangan mudik 2021 dikeluhkan pengelola wisata. Termasuk juga pemilik jasa persewaan speedboat dan kuda di obyek wisata Telaga Sarangan Magetan. Mereka mengaku omzet persewaan mereka turun hingga 80 persen.

"Sepi banget ini," ujar Ivan, pemilik jasa sewa speedboat kepada detikcom, Sabtu (15/5/2021).

Penurunan pengunjung yang menyewa jasa speedboat, kata Ivan, sangat terasa sejak pandemi COVID-19. Ditambah lagi dengan pelarangan mudik, membuat penurunan ya mencapai 80 persen.

"Waduh dapat satu dua tarikan sudah beruntung ini sepi pol,'' kata Ivan.

Ivan mengaku, dalam sehari libur kedua lebaran Jumat (14/5) kemarin dalam sehari hanya mendapat tiga kali pengunjung menyewa speedboatnya. Padahal sebelum pandemi COVID-19 dan belum ada larangan mudik bisa mencapai 10 hingga 20 orang dalam sehari saat libur.

"Biasanya Sabtu Minggu omset bisa Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta saat libur panjang sehari. Kini hanya Rp 100 ribu sudah alhamdulillah," paparnya.

Hal senada juga diakui oleh Sulis (45) pemilik jasa sewa kuda keliling Telaga Sarangan. Menurutnya jika dalam sehari sebelum COVID-19 dan belum ada larangan mudik, peminat persewaan kuda keliling bisa mendapat enam sampai sepuluh pengunjung. Kini hanya ada dua hingga empat saja.

"Sangat sepi, gimana lagi mudik dilarang ini hanya pengunjung lokal saja yang ada. Biasanya bisa dapat enam sampai 10 kali putar sehari kini hanya satu dua saja ," ungkap Sulis.

Sulis mengatakan untuk tarif baik sewa speedboat dan kuda dalam satu kali putar Rp 60 ribu.

"Sama ini Rp 60 ribu perahu dan kuda untuk satu kali putar keliling Telaga Sarangan," tandasnya.

Sementara itu Petugas Bendahara Retribusi Telaga Sarangan Darmanto mengatakan, penurunan jumlah pengunjung obyek wisata Telaga Sarangan Magetan mencapai 80 persen. Jika sebelum COVID-19 jumlah pengunjung saat libur lebaran dalam sehari di atas 10 ribu kini hanya sekitar Rp 2 ribu saja.

Persewaan kuda dan perahu di telaga sarangan sepi akibat larangan mudikPersewaan kuda dan perahu di telaga sarangan sepi/ Foto: Sugeng Harianto

"Saat ini kan hanya wisatawan lokal jadi pengunjung hanya 20 persen nya saja dibandingkan sebelum ada COVID-19. Biasanya diatas 10 ribu sehari kini sekitar dua ribu saja," jelas Darmanto.

Sementara, saat disinggung mengenai kekuatan daya ledak petasan, Lukman enggan menjelaskan lebih lanjut. Menurutnya bahan yang meledak tersebut adalah petasan biasa. Sementara jika dilihat dari kerusakan yang diakibatkan cukup parah, dimungkinkan karena lokasi merakit petasan dalam ruang tamu tertutup.

"Itu kan petasan bukan bahan peledak, jadi kalau soal daya ledaknya itu cuman petasan. Hanya saja mungkin karena dirakit dalam rumah sehingga akibatnya rusak seperti itu," pungkas Lukman.

Diberitakan sebelumnya, sebuah petasan meledak hingga mengakibatkan tewasnya Satu orang warga Kabupaten Kediri. Korban yakni Muhammad Nadhif (37), warga Desa Sidomulyo Kecamatan Wates. Dia merakit mercon di rumah orang tuanya di Dusun Sumberejo Desa Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu (12/5/2021).

(fat/fat)