Urban Legend 2021

Destinasi Sentono Gentong, Antara Eksotika Alam dan Legenda Tumbal Tanah Jawa

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 07:49 WIB
Ikon Wisata, Sentono Gentong Pacitan
Destinasi Sentono Gentong (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Pacitan -

Nama Sentono Gentong mendadak melambung. Ini menyusul pengembangan situs jadi destinasi wisata sejak 3 tahun terakhir. Kisahnya selalu indah. Seperti asal-usulnya. Ia menjadi legenda yang tak pudar oleh gelombang modernisasi.

Sentono Gentong berada di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku. Hanya perlu 15 menit menuju lokasi. Aksesnya pun cukup mudah. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat bisa mencapai area parkir tanpa hambatan.

Pemandangan menakjubkan segera menyambut pengunjung setibanya di parkiran. Landskap Kota Pacitan tampak membentang. Di bagian utara berbatas pegunungan menghijau. Sedangkan birunya Samudera Hindia berada di ujung selatan.

Fasilitas di Sentono Gentong tergolong lengkap. Mulai dari gardu pandang, musala, hingga kamar mandi semuanya tersedia. Ada pula tempat khusus yang dipasang pagar dengan rumah kecil beratap ijuk. Tempat itu diyakini sakral untuk ritual.

"Awalnya ada seseorang dari Persia diutus untuk memasang tumbal di sini (Sentono Gentong). Namanya Syekh Barabah Al Farizi (Syekh Brubuh)," tutur Kepala Desa Dadapan, Ismono mengawali perbincangan dengan detikcom, Sabtu (15/5/2021).

Peristiwa itu sendiri, lanjut Ismono terjadi sekitar tahun 1.400 M. Kala itu Pulau Jawa secara umum masih sangat angker hingga tak banyak manusia yang dapat menghuninya. Rencana menanam tumbal pun belum dapat terlaksana. Berikutnya tugas itu dilanjutkan Syekh Subakir.

"Sebelum memasang tumbal, beliau (Syekh Subakir) sembahyang dulu," ungkap Ismono merujuk cerita turun temurun.

Dia mengatakan, tujuan pemasangan tumbal di lokasi tersebut konon untuk mengusir roh jahat yang masih menguasai tanah Jawa khususnya di Wengker Kidul (Pacitan). Dengan begitu lahan yang ada bisa dihuni manusia seiring upaya penyebaran agama Islam.

Dalam perkembangannya, benda yang ditanam di lereng bukit karst itu dipercaya menjadi penyangga. Tak hanya melindungi Pulau Jawa dari kuasa roh jahat, tetapi juga menopangnya dari ancaman marabahaya serta bencana.

Tonton juga Video: Wow! Lebaran Hari Kedua Pantai Pondok Bali Subang Ramai Pengunjung

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)