Cerita Petugas Takbiran di Kuburan Saat Makamkan Jenazah COVID-19

Charoline Pebrianti - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 23:09 WIB
petugas memakamkan jenazah pasien COVID-19
Petugas memakamkan jenazah pasien COVID-19 (Foto: Dok. BPBD Ponorogo)
Ponorogo -

Petugas pemakaman jenazah pasien COVID-19 di Ponorogo ini tetap berdedikasi pada pekerjaannya, Di malam lebaran ini, mereka tetap bekerja sambil mengumandangkan takbir di pemakaman.

Seperti yang terlihat di TPU Mbah Bayi, Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo. Alih - alih berkumpul dengan keluarga, enam personel BPBD Ponorogo yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) ini mengumandangkan takbir di makam.

"Kami hari ini memakamkan dua orang, satu di Kemiri, Jenangan dan kedua di Keniten, Ponorogo," tutur Petugas pemakaman BPBD Ponorogo Hadi Susanto kepada detikcom, Rabu (12/5/2021).

Para petugas ini tampak duduk sebentar demi merasakan kemeriahan menyambut Idul Fitri dengan mengumandangkan takbir. Meski berada di kawasan pemakaman tak menyurutkan semangat mereka dalam bertakbir.

Tidak hanya petugas BPBD, juga tampak petugas gabungan seperti anggota polsek, koramil, pegawai kelurahan, petugas puskesmas dan petugas rumah sakit juga turut membantu proses pemakaman pasien terkonfirmasi positif COVID-19, TI (62).

"Karena tanggungjawab dan pemakaman Prokes juga sebagian tindakan nyata memutus mata rantai COVID-19. Namun semua yang kami lakukan berpijak di atas kemanusiaan," tegas Hadi.

Suasana lebaran dua tahun terakhir berbeda dengan sebelumnya akibat pandemi COVID-19. Imbauan pemerintah soal larangan mudik pun tetap digaungkan demi menekan angka penyebaran.

Para petugas terutama yang bertugas di Satgas COVID-19 mereka harus tetap siaga dalam menjalankan tugas. Terutama di bagian pemakaman. Tidak memandang waktu, setiap saat mereka tetap dihubungi untuk prosesi pemakaman warga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Masih tetap patuhi prokes, 5 M sangat penting. Jangan lengah , jangan panik, jangan ketakutan, cukup berhati hati. Ekonomi tetap harus jalan, namun kesehatan adalah hal yang terpenting," pungkas Hadi.

(iwd/iwd)