Keluarga di Ponorogo Nekat Makamkan Sendiri Pasien COVID-19 yang Meninggal

Charolin Pebrianti - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 13:42 WIB
Ilustrasi pemakaman COVID
Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Surabaya -

Pasien COVID-19 di Ponorogo, IS (57) meninggal dunia. Namun pihak keluarga menolak pemulasaraan IS dengan prokes COVID-19.

Humas Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) drg Yudi Wiyono mengatakan, pasien tersebut datang ke IGD pada pukul 01.00 WIB, dini hari tadi.

"Meninggal pukul 03.50 WIB dan diambil (oleh keluarga pasien) pukul 04.30 WIB," tutur Yudi kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Prosedur awal, lanjut Yudi, pasien datang dengan keluhan sesak dan panas. Kemudian di rapid antigen hasilnya positif. Hasil rontgen pun ada pneumonia bilateral.

"Ini sudah mengarah ke COVID-19, keluarga sudah dijelaskan tapi menolak," papar Yudi.

Yudi menambahkan, keluarga menolak dilakukan pemulasaraan jenazah dengan prokes COVID-19. Pihak keluarga pun menandatangani penolakan tersebut.

"Tugas kami menjelaskan pemakaman dengan prokes, tapi keluarga semua menolak dan menandatangani dokumen," imbuh Yudi.

Yudi pun sempat memberitahu pihak keluarga kalau ada konsekuensi mereka akan dikucilkan masyarakat, karena kontak langsung dengan jenazah. "Yang mengambil tadi ada 3 orang, saya gak tahu apakah pakai ambulance atau mobil pribadi," lanjut Yudi.

Sementara Kapolsek Siman, Iptu Yoyok Wijanarko menambahkan, prosesi pemulasaraan jenazah dilakukan langsung oleh pihak keluarga.

"Mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga menguburkan dilakukan oleh keluarga," kata Yoyok.

Ini sesuai dengan arahan nakes, untuk mengantisipasi penularan COVID-19. Serta mempermudah tracing kontak erat dengan pasien.

"Semua dilakukan sesuai arahan nakes. Tadi pemakaman juga prokes. Warga sudah diimbau agar tidak takziah," pungkas Yoyok.

(sun/bdh)