Surabaya Boleh Gelar Salat Id di Masjid, Kecuali 4 Kelurahan Ini

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 15:48 WIB
Pemerintah pusat melarang mudik lokal. Maka dari itu, Pemkot Surabaya akan mengawasi wisatawan dari kota sekitar.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi/Foto file: Esti Widiyana
Surabaya - Kelurahan di Surabaya boleh menggelar salat id di masjid dan lapangan, jika berstatus zona kuning atau hijau COVID-19. Saat ini, hanya ada 4 kelurahan yang zona oranye di Kota Pahlawan.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau masyarakat untuk salat id di rumah. Sebab, Surabaya masih zona oranye COVID-19 sehingga tidak diperbolehkan menggelar salat id di masjid atau lapangan.

Kini, aturan yang diberlakukan yakni zonasi skala mikro atau zonasi tingkat kelurahan. Artinya, kelurahan yang zona hijau atau kuning diperbolehkan menggelar salat id di masjid atau lapangan, dengan protokol kesehatan.

"Alhamdulillah hari ini ada kesepakatan bersama dengan Gubernur Jatim dan para ulama. Malam hari ini disepakati arti dalam zonasi itu adalah zonasi PPKM skala mikro atau setingkat kelurahan," kata Eri usai rapat virtual, Senin (10/5/2021).

"Kemarin ada Surat Edaran Menteri Agama terkait Surabaya zona oranye, yang tidak boleh melakukan salat idul fitri di masjid. Waktu itu saya langsung hubungi Ibu Gubernur untuk mohon arahan. Karena bagaimana pun di Surabaya banyak umat Muslim yang ingin salat idul fitri (di masjid). Akhirnya Bu Gubernur menyampaikan akan ada rapat dan malam tadi rapatnya," jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan masukan berbagai pihak diputuskan bahwa zonasi yang dimaksudkan dalam SE Kemenag yaitu zonasi skala mikro. Bukan skala kota. Oleh karena itu, kelurahan yang zona hijau atau kuning diperbolehkan menggelar salat id di masjid atau lapangan. Hanya ada dua kelurahan yang masih berstatus zona oranye di Surabaya.

"Alhamdulillah kalau setingkat kelurahan, maka di Surabaya ini (mayoritas) zonanya adalah zona hijau dan zona kuning. Hanya ada dua (kelurahan) yang zona oranye," ujarnya.

Eri juga akan mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait kebijakan zonasi skala mikro sebagai acuan pelaksanaan salat id. Nantinya SE akan disesuaikan dengan SE Gubernur Jatim.

Dalam SE yang dikeluarkan, nantinya diatur mengenai ketentuan warga yang akan mengikuti salat id. "Tadi disampaikan dalam forum rapat, tidak boleh dari kelurahan A (salat Id) ke kelurahan B. Atau (warga) Surabaya Utara salatnya di Surabaya Selatan. Karena tadi kita melihatnya per zona kelurahan PPKM mikro. Jadi saya berharap warga Surabaya ketika nanti sudah ada skala mikro, insyaallah diperbolehkan salat, tapi jangan melompati antarzona. Karena itu yang dipesankan oleh Ibu Gubernur dan Forkopimda," paparnya.

Ia berharap, warga kelurahan dengan zona hijau atau kuning tetap salat id di wilayahnya masing-masing. Tidak ke kelurahan lain. Sehingga diharapkan dapat lebih memudahkan dalam pengendalian dan pengawasan COVID-19.