Pemprov Jatim Kerja Sama dengan GDTC Maroko hingga 7 MoU

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 00:25 WIB
Pemprov Jatim melakukan kerja sama dengan Group of Development Technologies and Construction Companies (GDTC) Maroko. Ini untuk mendukung pembangunan kabupaten/kota di Jatim.
Wagub Emil Dardak (dua dari kanan)/Foto: Istimewa
Surabaya -

Pemprov Jatim melakukan kerja sama dengan Group of Development Technologies and Construction Companies (GDTC) Maroko. Ini untuk mendukung pembangunan kabupaten/kota di Jatim.

Melalui penandatanganan Mou senilai Rp 8.592.425.221.600, diharapkan dapat menginventarisasi dan mengidentifikasi peluang investasi di daerah. MoU itu dilakukan usai rakor usulan project kerja sama antara GDTC dengan perusahaan, BUMD dan BUMN di Jawa Timur. Hasilnya, ada tujuh proyek yang menarik minat GDTC dan ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan, peran seorang kepala daerah dinilai sangat penting dalam menginventarisasi dan mengidentifikasi peluang investasi di daerahnya masing-masing.

"Ini momen penting. Saya harap seluruh pihak bisa memanfaatkannya dengan baik," kata Wagub Emil di Grahadi, Sabtu (8/5/2021).

Permintaan Emil ini berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Di mana pertumbuhan realisasi investasi Jatim mengalami pertumbuhan signifikan pada 2020 di masa pandemi, yaitu 33,8 persen dibandingkan 2019 sebesar 14,3 persen. Pertumbuhan tersebut disebut tertinggi di Indonesia.

Sedangkan dari segi makro ekonomi, Jatim menyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 24,62 persen. Pertumbuhan ekonomi Jatim sendiri mengalami kontraksi sebesar 0,44 persen, didominasi oleh sektor industri 30,94 persen, perdagangan 18,68 persen, dan pertanian 10,84 persen.

Sehingga dengan MoU tersebut, maka akan ditindaklanjuti dan menjadi peluang tumbuhnya pembangunan yang cukup signifikan di Jatim. "Jadi ini langkah awalnya. Nanti akan ada pembahasan lanjutan yang tentunya akan dibahas secara teknis. Karena GDTC memang tertarik dengan proyek-proyek yang ada kaitannya dengan pemerintah. Baik dari sisi infrastruktur maupun proyek yang dimiliki BUMD maupun BUMN," jelasnya.

Sementara itu, Chairman GDTC Maroko, HEH Sharif Moulay Sidi Al Sultan Ahmad Bin Zuhir Bin Mohammad Bin Jaber Al Natour menyampaikan rasa terima kasih atas disepakatinya 7 MoU. Ia berharap, kerja sama tersebut bisa memberikan peluang yang baik.

Selanjutnya
Halaman
1 2