Polisi Datang, Pembeli Berkerumun di Toko Pakaian Kota Blitar Ambyar

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 19:01 WIB
kerumunan di pertokoan blitar
Kerumunan di pusat perbelanjaan di Kota Blitar dibubarkan polisi (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Sepekan menjelang lebaran, beberapa toko baju di Kota Blitar mulai banyak didatangi pembeli. Namun mereka langsung ambyar pergi ketika melihat kedatangan polisi.

Pemandangan itu tampak di toko baju yang berada di Jalan Mastrip, Kartini dan Cokroaminoto. Keramaian mulai nampak sejak Minggu (2/5) dan makin ramai sepanjang siang hingga sore. Kendaraan pembeli yang diparkir di tepi jalan, juga banyak memakan badan jalan sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan yang melintasi ketiga jalan utama di Kota Blitar itu.

Melihat kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus Corona, Polresta Blitar menurunkan timnya bersama Satpol PP. Begitu melihat beberapa anggota kepolisian turun dari mobil, banyak pengunjung toko bergegas keluar dan pergi meninggalkan toko.

kerumunan di pertokoan blitarFoto: Erliana Riady

"Hahaha...takut kena tipiring. Bayar denda, gak jadi punya baju baru dong. Mending keluar saja, cari toko lainnya," aku salah satu pembeli, Pungki sambil tertawa kepada detikcom, Rabu (5/5/2021).

Kasubbag Humas Polresta Blitar Iptu Achmad Rochan mengatakan sidak ke beberapa toko pakaian ini menindaklanjuti perintah dari Kapolresta Blitar, AKBP Yudhi Hery Setiawan. Dari tiga lokasi sasaran, petugas melihat bagian kasir tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Semua tidak tertib prokes di bagian kasir. Antrean pembeli tidak menjaga jarak ketika mau membayar. Kami sampaikan ke penegak perda dalam hal ini satpol PP untuk memberikan peringatan tertulis," kata Rochan, Rabu (5/5/2021).

Pihak toko, lanjutnya, sebenarnya telah menyiapkan sarana prokes COVID-19. Seperti sarana mencuci tangan dan pengunjung diperiksa suhu tubuhnya. Namun mereka mengaku, tidak mengira jika tingkat kunjungan pembeli akan meningkat pesat belakangan ini.

"Saya juga anjurkan, agar tidak berkerumun harus dipakai sistem one way. Kemudian diberi tanda jaga jarak di bagian kasir. Tadi di toko Jalan Cokroaminoto itu langsung dilaksanakan. Nah lainnya ini juga harus menghindari kerumunan juga biar tidak melanggar aturan," tandasnya.

Selain dua hal tersebut, Rochan juga meminta pihak toko tidak hanya memperdengarkan musik saja di sound system-nya. Namun juga memutar imbaun menerapkan protokol kesehatan.

(iwd/iwd)