Belajar dari Kasus Pasar Tanah Abang, Polisi Jatim Patroli Mal Hingga Pasar

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 12:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (ketiga kiri) dan Kapolda Metro Jaya Muhammad Fadil Imran (kedua kanan) meninjau situasi di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Anies mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Pasar Tanah Abang yang penuh sesak (Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Surabaya -

Beberapa waktu lalu, viral kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang. Di sana, masyarakat berdesakan berburu baju hingga perlengkapan lebaran 2021.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman mengatakan pihaknya tak ingin kasus serupa terjadi di Jatim. Untuk itu, Latif menyebut pihaknya akan melakukan patroli di pusat perbelanjaan.

Latif menambahkan patroli ini dilakukan serentak di seluruh polres-polres jajaran Polda Jatim.

"Sama dengan kegiatan yang ada di mal-mal ini kita belajar dari kasus yang ada di Tanah Abang, kita pun masing-masing Polres sudah menyiapkan betul untuk mengantisipasi, melakukan patroli ke tempat-tempat perbelanjaan," kata Latif kepada detikcom di Surabaya, Selasa (4/5/2021).

Tak hanya di mal, Latif mengatakan pihaknya juga melakukan patroli di tempat ziarah hingga pasar.

"Begitu juga tempat-tempat seperti tempat ziarah itu akan menjadi pantauan kami. Lalu di pasar akan menjadi pantauan kami. Sehingga betul-betul masyarakat diharapkan menyadari untuk menghindari kerumunan karena memang sangat riskan terjadi penyebaran COVID-19," tambahnya.

Latif menyebut pihaknya memang tak hanya melakukan penyekatan pemudik di sejumlah titik perbatasan provinsi hingga perbatasan kabupaten/kota. Namun juga berfokus pada kegiatan masyarakat.

"Kami melakukan penyekatan di dalam provinsi sendiri karena kami juga menyadari aktivitas masyarakat dari satu rayon ke rayon lain supaya tidak terjadi penumpukan. Tapi jangan salah, untuk kegiatan penyekatan ini bukan hanya di transportasi saja tetapi yang kita antisipasi juga kegiatan masyarakat," papar Latif.

"Ini yang sudah kami siapkan langkah-langkah, baik dari segi transportasi, dari kegiatan masyarakat dan yang akan kita lakukan bagaimana supaya COVID-19 di Jawa Timur bisa terkendali," harap Latif.

(hil/iwd)