80 Pekerja Migran Langsung Dikarantina Begitu Tiba di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 16:47 WIB
pekerja migran indonesia
Pekerja migran yang datang ke Banyuwangi langsung dikarantina (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Sebanyak 80 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Banyuwangi terpaksa harus masuk karantina. Mereka harus melalui berbagai proses tes kesehatan dan karantina setelah sampai di tanah air.

Karantina dilakukan di dua tempat. Yakni di Surabaya dan di Banyuwangi. Untuk di Banyuwangi, mereka dikarantina di Gedung Diklat PNS, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

"Ada 80 an lebih PMI yang pulang, tapi jumlah ini dinamis ya ada yang keluar dan masuk," jelas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono, Rabu (5/5/2021).

Awalnya, kata Rio, para PMI ini masuk ke Indonesia melalui Bandara Juanda, Sidoarjo. Setelah tiba mereka mendapat pendataan dan tes kesehatan dengan Swab PCR. Setelah itu, lanjut Rio, tidak berhenti di situ. Mereka yang dinyatakan negatif akan dijemput oleh Pemkab Banyuwangi.

"Setelah didata, sesuai keputusan Satgas provinsi, mereka harus melalui karantina dua hari di Surabaya. Karantina ditempatkan di Wisma haji, Sukolilo. Kita berkoordinasi dengan Dishub untuk melakukan penjemputan mereka. Kalau positif kita bawa," katanya.

Sesampainya di Banyuwangi, para pekerja migran ini kembali dikarantina selama 3 hari. Mereka dikarantina di Gedung Diklat PNS, Kecamatan Licin, Banyuwangi

"Sampai di Banyuwangi, kita sudah siapkan Gedung Diklat PNS di Licin untuk karantina lanjutan selama 3 hari. Di sini, mereka juga harus melalui serangkaian tes kesehatan lagi yaitu di swab PCR. Jika selama tiga hari hasilnya negatif mereka bisa dijemput keluarga untuk pulang," jelas Rio.

Sementara itu, Ningsih, seorang PMI asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari mengaku bahagia saat hasil tes swab PCR dinyatakan negatif. PMI dari Hongkong itu pun bisa pulang ke kampung halaman.

"Bersyukur banget akhirnya bisa pulang. Selama di sini pelayanan bagus, semua ramah, meskipun sering kepikiran karena di sini justru takut hasilnya positif," kata Ningsih yang sudah 8 tahun jadi PRT di Hongkong itu.

Setelah pengumuman hasil tes itu, sebanyak 25 PMI diperbolehkan pulang. Mereka yang pulang adalah PMI yang masuk pada hari Sabtu (1/5/2021).

"Ya kami sudah tiga hari di sini. Ada 25 orang yang juga pulang," kata Neni, PMI lainnya asal Kecamatan Purwoharjo.

(iwd/iwd)