33 dari 3.636 TKI yang Pulang ke Jatim Positif COVID-19

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 14:58 WIB
Asrama haji sukolilo surabaya
Asrama Haji Sukolilo Surabaya/Foto file: Esti Widiyana
Surabaya -

Sebanyak 33 dari 3.636 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang kerap disapa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang masuk ke Jawa Timur, diketahui positif COVID-19. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut, pihaknya memperketat akses masuk Jatim dari luar negeri.

Khofifah mengatakan, pengetatan ini dilakukan usai ditemukannya mutasi virus Corona. Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengumumkan ditemukannya mutasi virus COVID-19 varian baru dari India, Inggris dan Afrika Selatan.

Pengetatan ini dilakukan bekerja sama dengan pihak TNI/Polri, KKP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan hingga Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim.

Khofifah menyebut, salah satu upayanya yakni memastikan semua Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) aman dan bebas COVID-19. Sampainya di Jatim, dilakukan testing hingga isolasi untuk mencegah masuknya varian India, Inggris dan Afrika Selatan.

"Pemprov Jatim saat ini sangat concern dengan adanya mutasi virus varian baru dari India, Inggris dan Afsel, dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah varian tersebut masuk di Jatim. Karenanya, kami melakukan isolasi bagi para pekerja migran yang baru datang di Jatim," terang Khofifah dalam siaran pers yang diterima detikcom di Surabaya, Selasa (4/5/2021).

Hingga kini, ada 3.636 pekerja migran yang telah diisolasi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sejak 28 April 2021. Semuanya telah dilakukan PCR dan ditemukan 33 orang yang positif COVID-19.

"Bagi yang positif COVID-19 segera kami isolasi di RS Darurat Lapangan Indrapura dan RS Rujukan COVID-19. Sedangkan bagi pasien yang negatif akan dilakukan penjemputan oleh kabupaten dan kota masing-masing," tambah Khofifah.

Sementara untuk mendeteksi adanya mutasi, pihak Pemprov Jatim telah bekerja sama dengan Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) untuk melakukan sequence genetik atau whole genome sequencing. Hal ini sebagai upaya deteksi dini adanya mutasi varian India, Inggris dan Afsel.

Lihat juga Video: Laporan Satgas COVID-19 soal 2.090 Orang Positif Corona Masuk RI

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2