Beredar Surat Kades di Bojonegoro Minta THR ke Minimarket

Ainur Rofiq - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 12:36 WIB
Sepucuk surat yang ditandatangani Kades Banjarsari, Bojonegoro beredar luas. Surat itu berisi permintaan bingkisan Lebaran (THR) ke para pengusaha.
Surat yang berisi permintaan bingkisan Lebaran (THR)/Foto: Tangkapan Layar
Bojonegoro -

Sepucuk surat yang ditandatangani Kades Banjarsari, Bojonegoro beredar luas. Surat itu berisi permintaan bingkisan Lebaran (THR) ke pengusaha.

Surat itu dibuat pada 26 April lalu dengan nomor 141/501/412.411.2001/2021. Surat tersebut ditujukan kepada pengusaha minimarket di desa tersebut.

"Sehubungan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri, untuk itu mari kita hormati dan membangun kebersamaan antara perusahaan di lingkungan Banjarsari dan Pemerintah Desa Banjarsari. Kami memohon kepada perusahaan dan pengusaha yang berada di lingkungan Desa Banjarsari untuk sudi kiranya memberikan bingkisan hari raya atau dapat berupa uang tunai. Dengan jumlah kepala desa, perangkat desa (10 orang), BPD (9 orang), petugas kebersihan (3 orang), Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas (2 orang)," berikut isi surat yang beredar.

Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa pemberian bingkisan Lebaran itu sifatnya suka rela. Berapa pun nilainya, akan tetap diterima oleh pihak desa.

Beredarnya surat tersebut dibenarkan oleh seorang warga, Ahmad. Ia menyayangkan jika surat tersebut memang benar dibuat oleh seorang kades.

"Sudah viral medsos Instagram dan WhatsApp grup. Banyak yang komentar lucu dan ada pula yang nyindir tentunya. Kalau saya sendiri tentunya ya semestinya kalau itu benar surat yang buat pihak yang tertulis di foto itu, ya menyayangkan sekali. Apalagi kondisi masyarakat saat ini juga belum stabil ekonominya karena pandemi COVID-19," ujar Ahmad, Selasa (4/5/2021).

Surat tersebut ditandatangani Kades Banjarsari, Fatkhul Huda. Namun hingga saat ini, ia belum bisa memberikan klarifikasi soal surat yang beredar tersebut.

Sementara Camat Trucuk, Heru Sugiharto mengaku masih ada kegiatan, sehingga belum bisa memberikan tanggapan terkait surat kades minta THR ke pengusaha itu. "Sik jek (sebentar masih) rapat di Baldes Kandagan," terangnya.

(sun/bdh)