Round-Up

Sadisnya Pelaku Pembantaian Belasan Anjing di Pacitan

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 07:54 WIB
Lokasi anjing mati dibakar di pacitan
Lokasi anjing dibakar/Foto: Istimewa (Dok Polres Pacitan)

"Cuma massa itu banyak sekitar 15 orang, tapi yang melakukan eksekusi itu sekitar 5 atau 6 orang. Sehingga untuk melawan massa, penjaga anjing itu tidak berani," tambahnya.

Dalam kasus anjing dibantai ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Mulai dari saksi mata hingga pemilik anjing. Polisi juga mengantongi nama-nama pelaku. Namun, belum ada tersangka yang ditetapkan karena polisi akan melakukan olah TKP dengan menggandeng dokter, hari ini.

Juwair mengatakan pihaknya sengaja menggandeng dokter hewan karena ada informasi yang simpang siur. Menurut pemilik, ada 11 anjing yang mati. Tapi, dari keterangan saksi, hanya 8 anjing yang dibantai.

"Karena ini kan masih simpang siur jumlahnya, jadi menurut keterangan dari korban awal jumlahnya 11 tetapi setelah kemarin kami olah TKP pertama mendapatkan keterangan dari penjaganya itu yang mengetahui peristiwa itu bukan 11 tetapi 8 terdiri dari 4 anjing dewasa dan 4 anak-anak," papar Juwair.

Dari 8 anjing tersebut, sebanyak 7 milik korban dan 1 ekor anjing tidak diketahui milik siapa. "Lalu yang 7 ini positif miliknya korban dan satu ini tidak diketahui milik siapa bisa anjing liar atau bisa anjing milik warga lain," ungkapnya.

Saat ditanya ada berapa anjing milik korban, Juwair mengatakan korban memiliki 10 anjing. Jika ada 7 anjing korban yang mati, sisanya 3 anjing telah diselamatkan.

"Keterangan sebenarnya milik korban itu 10 anjing. Nah, yang mati 7 ekor yang selamat 3. Anjing yang selamat ini ada 1 dewasa dan 2 kecil dibawa seseorang diselamatkan," pungkasnya.

Informasi belasan anjing mati dibunuh ini berawal dari unggahan akun Instagram. Antara lain berisi tiga foto terkait kejadian mengerikan itu. Dua foto anjing hidup dan satu lainnya gambar bangkai anjing.

Entah bagaimana ceritanya, konon satu di antara anjing tersebut menggigit kambing milik warga. Kejadian itu diduga menjadi pemicu aksi pembantaian terhadap binatang buas yang belum semuanya berusia dewasa.


(fat/fat)