Polisi Kantongi Nama Pelaku Pembantaian Belasan Anjing di Pacitan

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 22:25 WIB
Lokasi anjing mati dibakar di pacitan
Lokasi tempat pembantaian anjing di Pacitan/Foto: Istimewa (Dok Polres Pacitan)
Pacitan -

Polisi telah mengantongi nama-nama pelaku pembantaian belasan anjing di Pacitan. Namun, polisi belum menetapkan tersangka.

"Belum ada tersangka, tapi sudah mengantongi nama," kata Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Juwair saat dihubungi detikcom di Surabaya, Senin (3/5/2021).

Juwair menambahkan dari keterangan saksi mata, ada 15 orang yang datang ke lokasi pembantaian anjing. Namun, hanya 5 hingga 6 orang yang melakukan eksekusi dengan memukuli anjing menggunakan kayu, memasukkannya di lubang bekas cabutan pohon hingga membakarnya.

"Jadi proses penanganan perkara diawali dengan adanya penyelidikan, dari hasil penyelidikan itu nanti akan dilakukan gelar perkara. Dari gelar perkara untuk ditentukan naik sidik atau henti lidik. Kalau itu cukup bukti ada perbuatan pidana maka naik sidik. Tapi kalau tidak cukup bukti maka henti lidik," papar Juwair.

"Baru kalau naik sidik dilakukanlah gelar pemanggilan saksi, meminta barang bukti dan segala macam dan dilakukan lagi untuk menentukan tersangkanya. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," imbuhnya.

Juwair membeberkan pemilik anjing tinggal di Desa Watukarung. Sedangkan anjing-anjing itu tidak tinggal dengan tuannya. Para anjing berada di sebuah rumah di Kelurahan Sidoharjo dan dijaga orang lain.

Informasi dibantainya belasan anjing ini berawal dari unggahan akun Instagram. Antara lain berisi tiga foto terkait kejadian mengerikan itu. Dua foto anjing hidup dan satu lainnya gambar bangkai anjing.

Entah bagaimana ceritanya, dikabarkan satu di antara anjing tersebut menggigit kambing milik warga. Kejadian itu diduga menjadi pemicu aksi pembantaian terhadap binatang buas yang belum semuanya berusia dewasa.

Polisi menyebut anjing ini dibantai dengan sadis secara beramai-ramai. Belasan anjing dipukuli dengan kayu, dimasukkan lubang bekas cabutan pohon dan dibakar. Ada 15 orang yang datang, namun hanya 5 hingga 6 yang ikut mengeksekusi.

(hil/iwd)