Penumpang Gilimanuk-Ketapang Naik 375 Persen Jelang Mudik Dilarang

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 21:34 WIB
Penumpang kapal Ferry dari Gilimanuk ke Ketapang naik signifikan jelang masa larangan mudik. Jika dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama, peningkatan jumlah pemudik mencapai 375 Persen.
Penumpang penyeberangan Gilimanuk-Ketapang/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Penumpang kapal Ferry dari Gilimanuk ke Ketapang naik signifikan jelang masa larangan mudik. Jika dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama, peningkatan jumlah pemudik mencapai 375 Persen.

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi mencatat, peningkatan jumlah pemudik terjadi pada 3 hari terakhir. Pemudik curi start sebelum masa larangan mudik berlaku pada 6-17 Mei.

"Sebelum larangan ini memang ada peningkatan mulai tanggal 30 April kemarin itu ada peningkatan, tapi tidak ada antrean," ujar General Manager PT ASDP Ketapang, Suharto kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Dalam data PT ASDP Indonesia Ferry tercatat, pergerakan penumpang dan kendaraan dari Jawa-Bali dan sebaliknya mengalami peningkatan. Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali berjumlah 9.137 orang. Atau naik 314 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 2.206 orang.

Jumlah kendaraan roda dua sebanyak 229 unit atau naik 324 persen bila dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu, sebanyak 54 unit. Lalu kendaraan pribadi (R4) sebanyak 993 unit atau naik 109 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu, sebanyak 474 unit kendaraan.

Sehingga total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali tercatat sebanyak 2.473 unit. Atau naik 30 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.901 unit.

Sebaliknya, dalam data Posko Gilimanuk pada Sabtu (1/5) pukul 08.00 WIB hingga Minggu (2/5) pukul 08.00 WIB atau H-12 Lebaran tercatat, jumlah penumpang yang menyeberang dari Gilimanuk menuju Ketapang mencapai 16.762 orang. Atau naik 375 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 sebanyak 3.526 orang.

Kendaraan roda dua sebanyak 2.985 unit atau naik 845 persen dibandingkan dengan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 316 unit. Selanjutnya, kendaraan pribadi (R4) sebanyak 1.682 unit atau naik 228 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 513 unit kendaraan.

Sehingga total kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa tercatat sebanyak 5.856 unit. Atau naik 171 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 2.162 unit.

"Yang banyak keberangkatan dari Gilimanuk, dibandingkan tahun 2020 itu ada peningkatan kalau dibandingkan hari-hari biasa sama dengan hari normal. Yang dominan atau signifikan itu ada di roda dua," ujar Suharto.

Suharto memperkirakan, puncak mudik lebih awal melalui Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Ketapang, akan terjadi pada 4 hingga 5 Mei mendatang. Sebab pada 6 Mei sudah pemberlakuan larangan mudik Lebaran.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, selain menambah operasional kapal, pihaknya telah menyiapkan 4 bilik GeNose untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang tidak melakukan rapid tes antigen. Sehingga masyarakat yang menyeberang dari Bali dan sebaliknya benar-benar negatif dari COVID-19.

(sun/bdh)