Mudik Dilarang, Armada Bus di Terminal Bungurasih Menyusut Hingga 500 Unit

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 14:56 WIB
terminal bungurasih
Terminal Bungurasih (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Saat mendekati Hari Raya Idul Fitri, tradisi masyarakat Indonesia adalah melakukan mudik bertemu keluarga di kampung halaman. Namun, karena larangan mudik, Terminal Purabaya kini mengalami penurunan drastis untuk armada bus yang beroperasi.

Kepala Unit Terminal Purabaya (Bungurasih) Imam Hidayat mengatakan kini hanya ada 500 bus yang beroperasi. Hal ini berbeda dengan saat kondisi normal, sebelum pandemi COVID-19.

"Sekarang busnya cuman 500. Sedikit. Biasanya itu 1.500-1.600 bus per hari," kata Imam saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Jumat (30/4/2021).

Imam mengatakan armada saat ini di Terminal Bungurasih menurun kurang dari 50 persen. Penumpang bus pun juga turun secara drastis.

"Berkurang. Kurang dari 50%. Sekarang kita biasanya 1.500 sekarang 500 itu weekend. Penumpang saat weekend normal 40-60 ribu, sekarang 6-7 ribu per hari," jelasnya.

Meski begitu, Lebaran tahun ini dinilai Imam lebih baik dibanding tahun lalu. Sebab, tahun lalu Terminal Bungurasih tutup dan tidak ada bus yang beroperasi di area Bungurasih.

"Kalau lebaran gini sudah banyak orang mudik, orang pekerja semua pulang. Tahun lalu sepi, kan tutup," ujarnya.

Selain itu, larangan mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021 ini juga berdampak pada retribusi bus AKAP dan AKDP. Selain itu juga parkir yang mengalami penurunan, sehingga tidak ada pemasukan.

"Banyak efeknya, seperti masalah retribusi bus AKAP dan AKDP yang masuk pergi, otomatis kalau tidak ada pembeli tutup. Kedua maslaah lain, parkir mengalami penurunan drastis," urainya.

Dari pantauan detikcom, beberapa bus tengah menunggu penumpang yang hendak diantar ke daerah tujuan. Meski di hari Jumat menuju weekend, penumpang pun tak terlihat memadati terminal. Namun beberapa ada yang membawa tas besar dan kardus seperti akan mudik.

(iwd/iwd)