Ini Kendala dalam Pencarian Bangkai Kapal van der Wijck

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 21:23 WIB
Banyak kendala yang dihadapi tim arkeolog dari BPCB Jatim, saat eksplorasi Kapal van der Wijck. Saat ini, arus perairan Lamongan cukup kencang dan agak membahayakan untuk penyelaman.
Eksplorasi Kapal van der Wijck/Foto: Istimewa
Lamongan -

Banyak kendala yang dihadapi tim arkeolog dari BPCB Jatim, saat eksplorasi Kapal van der Wijck. Saat ini, arus perairan Lamongan cukup kencang dan agak membahayakan untuk penyelaman.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan, kendala itu menyebabkan tim eksplorasi tidak bisa melakukan penyelaman hari ini, untuk mengambil foto maupun video. "Kendalanya di perairan Lamongan saat ini arusnya cukup kencang dan agak membahayakan kegiatan penyelaman," kata Wicaksono saat dihubungi detikcom, Jumat (30/4/2021).

Saat melakukan pencarian bangkai kapal, terang Wicaksono, kendala yang dihadapi adalah pemakaian sonar yang radius pencariannya sekitar 500 m x 500 m. Sehingga membutuhkan waktu. Setelah ditemukan titik yang diduga Kapal van der Wijck, arus laut sedang tidak bersahabat.

"Kendala pencarian (kami) sweeping pakai sonar di radius sekitar 500 m x 500 m. Terus sudah ketemu, kendala alam yang arusnya kencang sehingga membahayakan kegiatan penyelaman," imbuh Wicaksono.

Untuk itu, tambah Wicaksono, pada Sabtu (1/5) pihaknya akan kembali ke titik di mana kapal tersebut ditemukan. Kali ini, Tim eksplorasi akan berangkat lebih pagi agar cuaca lebih bersahabat.

"Besok kita coba pagi-pagi sekali di titik lokasi. Semoga pagi-pagi lebih bersahabat," harapnya.

Seperti apa citra sonar tersebut? Wicaksono mengungkapkan, dari sonar di radius sekitar 500 meter x 500 meter diketahui ada sesuatu yang besar berada di dasar lautan.

"Hasil sonar setelah melakukan proses pencarian selama 4 jam menunjukkan anomali seperti citra ada sesuatu yang besar di dasar lautan," terangnya.

Titik yang diduga Kapal van der Wijck itu, menurut Wicaksono, berada di kedalaman 24-38 meter di bawah laut. Hanya saja untuk memastikan apakah benar atau tidak, masih harus dicek lagi dengan melihat ke dalam laut dengan metode penyelaman scuba.

Seperti diketahui, BPCB Jatim mulai melakukan ekspedisi dan eksplorasi Kapal van der Wijck di perairan pantura Lamongan, sejak beberapa hari lalu. Tim arkeolog telah menemukan titik kapal tersebut.

Tonton juga Video: Penampakan Timas DSV 1201, Kapal yang Akan Evakuasi KRI Nanggala-402

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)