Tenun Ikat Khas Lamongan Mulai Menggeliat Saat Ramadhan

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 04:30 WIB
Berkah Ramadan, Pengrajin Tenun Ikat Lamongan Menggeliat Kembali
Tenun ikat khas Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Perajin tenun ikat khas Lamongan terimbas pandemi COVID-19. Selama pandemi permintaan tenun ikat menurun drastis. Tak hanya tenun ikat, songkok pun turut terdampak. Namun saat Ramadhan 2021, permintaan tenun ikat meningkat.

Salah satunya yang mengalami peningkatan yakni perajin tenun ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran. Sebelumnya mereka mengaku hanya laku 2 hingga 3 kodi tenun ikat. Namun ramadhan ini naik 10 kali lipat.

"Biasanya di bulan-bulan sebelum ramadhan hanya laku 2 sampai 3 kodi, tapi kali ini sarung yang kami produksi laku 10 sampai 12 kodi," kata salah satu perajin sarung tenun ikat dari Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Miftahul Khoiri kepada wartawan, Selasa (27/4/2021).

Tahun 2020 lalu, terang Miftahul, penjualan sarung tenun ikatnya turun drastis. Namun seiring pemulihan ekonomi dan membaiknya status penyebaran COVID-19, penjualannya mulai berangsur naik.

"Alhamdulillah tahun ini pesanan banyak, mas. Alhamdulillah permintaan banyak lagi," kata Miftahul.

Meski mulai mengalami kenaikan, Miftahul belum berani mempekerjakan semua karyawan yang berjumlah 100 orang. Miftahul hanya memperkerjakan 75 pekerja. Pasalnya, pasar belum pulih karena COVID-19.

Meski 25 pekerjanya tidak dilibatkan untuk produksi sarung tenun ikat, pihaknya mengajak bekerja sebagai kuli bangunan. "Tidak semuanya dari 100 pekerja yang biasa memproduksi tenun ikat masuk, hanya 75 orang yang masuk, karyawan kami yang nganggur itu kita ajak kerja sebagai kuli bangunan," jelasnya.

Tonton juga Video: Cerita Naik-Turun Perajin Kain Tenun Rote dari Tahun 70-an

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2