Songkok Pelepah Pohon Pisang Handmade Warga Ngawi

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 04:31 WIB
Muhammad Kholil, warga Desa Karangmalang, Kecamatan Kasreman, Ngawi membuat songkok unik. Yakni dengan bahan pelepah pohon pisang.
Songkok dari pelepah pohon pisang/Foto: Sugeng Harianto/detikcom
Ngawi -

Muhammad Kholil, warga Desa Karangmalang, Kecamatan Kasreman, Ngawi membuat songkok unik. Yakni dengan bahan pelepah pohon pisang.

Bulan Ramadhan ini membawa berkah bagi Kholil. Jumlah pemesan songkok buatannya mengalami peningkatan.

"Alhamdulillah bisa diterima kerajinan songkok atau peci dari bahan pelepah pohon pisang saya. Ramadhan lumayan meningkat pesanan," ujar Kholil kepada detikcom, Jumat (23/4/2021).

Pria 38 tahun yang juga mengajar di Ponpes Rodhotul Falah itu mengaku, peningkatan pemesanan mencapai 50 persen. Sebelum Ramadhan jumlah pemesan dalam sehari hanya lima hingga sepuluh biji. Kini mencapai 15 hingga 20 songkok.

Songkok buatannya dijual dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu untuk ukuran anak-anak. Sedangkan untuk ukuran dewasa harganya antara Rp 45 ribu hingga Rp 85 ribu.

"Tapi kita juga menyesuaikan pesanan. Kadang ada yang minta tinggi di atas rata-rata. Kalau standar tinggi hanya 9 cm. Ada yang minta 13 cm," kata Kholil.

Kholil mengaku, di saat jumlah pemesan meningkat, dirinya masih terkendala peralatan. Sebab saat ini masih dikerjakan secara manual. Dibantu oleh empat santrinya, hasil kerajinannya kini mulai dikenal hingga luar Jawa.

"Alhamdulillah pesanan dari Banten, Lampung juga ada. Untuk sementara masih terkendala peralatan yang manual pakai tangan semua. Dibantu empat santri saya," papar Kholil.

Kholil mengungkapkan, hasil kerajinannya juga pernah masuk 10 besar dalam lomba pembuatan tudung saji nusantara tingkat nasional. Kholil mengaku, karena peralatan yang masih manual, dirinya belum bisa menerima pesanan partai besar.

"Alhamdulillah kemarin masuk 10 besar tingkat nasional lomba pembuatan tudung saji nusantara dari
166 peserta. Tapi untuk pesanan partai besar kita masih kendala tenaga masih minim ini," imbuhnya.

Untuk bahan baku pelepah pohon pisang, selain dari kebun sendiri, juga membeli dari warga sekitar. Pelepah pohon pisang yang sudah kering kemudian dipotong dan diberi plitur agar tampak indah.

Selain memakai pelepah pohon pisang, ia menambahkan, bisa juga memakai kulit sintesis. "Jadi bahan pelepah pisang kita pakai buat bagian luarnya dan bagian dalam ada kulit sintesis," pungkasnya.

(sun/bdh)