Perang Petasan di Situbondo yang Resahkan Warga hingga Serang Polisi

Ghazali Dasuqi - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 11:13 WIB
Ada kebiasaan perang petasan antarwarga di Situbondo. Pihak kepolisian terus menggelar patroli agar aksi perang petasan tak lagi terjadi.
Perang petasan di Situbondo/Foto: Istimewa
Situbondo -

Ada kebiasaan perang petasan antarwarga di Situbondo. Pihak kepolisian terus menggelar patroli agar aksi perang petasan tak lagi terjadi.

Polisi sengaja menyisir lokasi perang petasan lebih awal. Salah satunya di persimpangan Talang, Desa Panji Lor, Kecamatan Panji.

"Kami terus melakukan patroli, termasuk tadi malam. Perang petasan itu sangat meresahkan warga, khususnya pengguna jalan," kata Kapolsek Panji, AKP Bambang Irianto kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

Minggu (18/4) dini hari, petugas gabungan yang melakukan patroli perang petasan ke lokasi itu mendadak mendapat perlawanan. Baru saja tiba di lokasi, petugas gabungan Polsek dan Polres Situbondo diserang ratusan kembang api oleh sejumlah pemuda yang sedang perang petasan.

Petugas pun menyelamatkan diri. Ada yang lari menjauh dari lokasi, ada juga yang memilih bersembunyi dalam mobil. Seorang polisi dikabarkan terkena serpihan petasan, hingga celananya robek. Meski demikian, sejumlah remaja, petasan maupun kembang api bisa diamankan.

"Setelah kami dalami, problemnya ternyata para pelaku perang petasan itu kebanyakan datang dari Kecamatan lain. Seperti Asembagus, Besuki dan Kecamatan lain. Yang banyak malah dari Kecamatan Mangaran," papar Bambang.

Ironisnya, meski para pelaku datang dari kecamatan lain, seakan mendapat dukungan dari sebagian warga. Buktinya, sebagian warga bersedia menyediakan halaman rumah atau pekarangannya untuk lahan parkir kendaraan pelaku. Di antaranya agar aman dari razia polisi.

"Makanya, kami juga sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan perangkatnya terkait masalah ini. Sehingga ke depan perang petasan ini bisa diantisipasi," imbuh mantan Kanit Tipikor Satreskrim Polres Situbondo itu.

Selebihnya, Bambang menjelaskan, perang petasan biasa dilakukan di Pertigaan Talang setiap Bulan Ramadhan. Hanya saja, tahun ini sepertinya ada perubahan jadwal perang yang dilakukan para pelaku. Biasanya, perang petasan marak pada minggu ketiga dan keempat Ramadhan.

"Mungkin untuk mengantisipasi razia polisi, makanya sekarang digeser mulai minggu pertama. Karena tahun lalu, sejak minggu ketiga sudah kita jaga. Nah, yang sekarang kita sudah antisipasi dari minggu pertama. Kita sudah buat telaah untuk maksimal pasukan di lapangan nanti," pungkas Bambang.

(sun/bdh)