Menkominfo Minta Tidak Ada Spekulasi Menteri Inisial M di Isu Reshuffle

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 19:43 WIB
Isu reshuffle kabinet menguat setelah Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membocorkan akan diumumkan pekan ini. Isu itu diperkuat oleh statement elite PKB Luqman Hakim yang menyebut Presiden Jokowi akan mereshuffle menteri dengan inisial M.
Menkominfo Johnny G Plate/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Isu reshuffle kabinet menguat setelah Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membocorkan akan diumumkan pekan ini. Isu itu diperkuat oleh statement elite PKB Luqman Hakim yang menyebut Presiden Jokowi akan me-reshuffle menteri dengan inisial M.

Menkominfo Johnny G Plate meminta seluruh pihak untuk tidak berspekulasi soal reshuffle kabinet. Apalagi sampai menyebut inisial tertentu.

"Itu domain presiden, sekali lagi, itu domain presiden. Jangan sampai juga kita menyebut inisial tertentu, nanti yang berdampak pada kredibilitas tokoh-tokoh nasional kita. Kita harus menjaga," ujar Johnny di Grand City Surabaya usai Grand Launching Kurikulum Literasi Digital dan Modul Literasi Digital, Jumat (16/4/2021).

Menurut Johnny, spekulasi reshuffle kabinet bisa membuat masyarakat bingung. Terlebih, nama-nama tokoh turut diseret ke dalam spekulasi tersebut.

"Jangan sampai kita berspekulasi yang membuat kebingungan di masyarakat. Inisial tertentu, nanti berdampak pada kredibilitas tokoh nasional kita," imbuhnya.

Johhny menyebut, siapapun menteri yang ditunjuk presiden, telah dipertimbangkan portofolionya. Ia meminta semua pihak tidak berspekulasi soal kapan akan terjadi reshuffle.

"Siapa, di mana kabinet portofolionya apa dan kapan, itu domainnya presiden. Kita serahkan ke presiden. Dan kita meyakini, presiden tentunya mengambil keputusan yang tepat untuk kepentingan pemerintahan yang produktif dan kuat," tambahnya.

Sebelumnya, Ngabalin sempat membocorkan bahwa reshuffle kabinet bakal diumumkan pekan ini. Namun, dia tak menjelaskan kapan tepatnya reshuffle diumumkan.

"Insyaallah, kalau tidak ada aral melintang, pekan-pekan ini. Karena kan Pak Jokowi itu kalau sudah ada satu keputusan kan tanggal 30 Maret kemarin kan surat dikirim ke DPR yang isinya itu rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud, karena banyak tugas fungsi dan perannya Menristek itu dikerjakan BRIN. Jadi Kemendikbud dan Ristek serta pembentukan Kementerian Investasi," kata Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Selasa (13/4).

Selanjutnya
Halaman
1 2