Melihat Lagi Lonjakan Drastis Kasus COVID-19 Usai Mudik 2020 di Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 12:33 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto: Getty Images/BlackJack3D
Surabaya - Pemerintah tegas melarang masyarakat mudik di Lebaran 2021. Larangan ini digaungkan agar tidak terjadi lonjakan kasus seperti mudik tahun lalu. Coba kita lihat kembali, berapa lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Jatim seusai masyarakat mudik pada 2020.

Dari data yang dihimpun detikcom, jumlah kasus positif COVID-19 di Jatim pada hari pertama puasa, Jumat (24/4/2020) mencapai 690 kasus. Saat itu, ada tambahan 28 pasien positif COVID-19.

"Perlu kami sampaikan ada tambahan COVID-19, 28 orang, total sekarang ada 690. 482 di antaranya dirawat di rumah sakit," kata Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (24/4/2020).

Untuk pasien sembuh ada 133 pasien. Lalu untuk pasien yang meninggal ada 75 orang.

Sebulan beriktnya atau saat hari saya Idul Fitri tahun 2020, tepatnya pada Minggu (24/5/2020), jumlah kasus COVID-19 meningkat tajam menjadi 3.642 kasus. Naik drastis lebih dari 4 kali lipat dengan tambahan kasus baru sebanyak 2.952.

Sedangkan pasien sembuh dari awal puasa ada 133 menjadi 489. Lalu, pasien yang meninggal di awal puasa 75 orang menjadi menjadi 294 di lebaran.

Detikcom juga menilik data COVID-19 di Jatim dua pekan setelah Lebaran 2020. Karena, epidemiolog mengatakan lonjakan kasus baru bisa dilihat dua pekan setelah adanya kejadian atau peristiwa.

Data yang didapat detikcom, dua pekan setelah lebaran 2020 pada Minggu (7/6/2020), kasus positif COVID-19 di Jatim meningkat menjadi 5.940 orang, atau bertambah 2.298 orang hanya dalam waktu dua minggu.

"Total yang terkonfirmasi positif 5.940 orang," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (7/6/2020).

Sedangkan pasien sembuh di lebaran ada 489 menjadi 1.499. Lalu, pasien yang meninggal di lebaran 249 orang menjadi menjadi 502.

Dari data ini, dapat dihitung jika kenaikan kasus dari awal puasa (24/4/2020) hingga dua pekan setelah lebaran (7/6/2020) mencapai delapan kali lipat lebih. Mulai dari 690 kasus di awal puasa hingga menjadi 5.940 kasus. Lonjakannya mencapai 5.250 pasien baru.

Sedangkan pasien yang sembuh di awal puasa 133 pasien menjadi 1.499 pasien di dua Minggu setelah lebaran. Lalu, pasien yang meninggal di awal puasa hanya 75 dan menjadi 502 orang pada dua pekan setelah lebaran.

Masih nekat mudik? (hil/iwd)