Round-Up

Ketika Pelajar di Blitar Terjebak Prostitusi Online Berkedok Salon

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 09:00 WIB
prostitusi online berkedok salon di kota blitar dibongkar
Rilis hasil Operasi Pekat Polresta Blitar/Foto: Erliana Riady
Surabaya - Praktik prostitusi online berkedok salon terbongkar di Blitar. Yang menjadi korban merupakan para pelajar dengan tarif Rp 300 ribu.

Salon tersebut berada di Kecamatan Sananwetan. Yang menjadi muncikari merupakan pemilik salon tersebut berinisial BY (40).

Praktik prostitusi online itu terbongkar atas laporan masyarakat yang merasa resah. Warga melapor soal adanya aktivitas mencurigakan di salon yang sekaligus menyewakan kamar kos itu.

Polisi kemudian melakukan penggerebekan dan mendapati dua pasangan mesum dalam dua kamar. Ternyata, korban dalam praktik prostitusi online itu merupakan para pelajar.

BY mengaku sudah satu tahun menawarkan para pelajar untuk melayani pria hidung belang. Awalnya, BY mengajak para pelajar menjadi pemandu lagu di rumah karaoke. Kemudian para pelajar itu dibelikan HP terbaru.

Ia meminta para pelajar membayar HP tersebut dengan cara dicicil. Kemudian BY menawari para korban melayani lelaki hidung belang agar bisa membayar HP itu.

"Begitu pelajar itu setuju, muncikari menawarkannya melalui WA (WhatsApp). Tarifnya, sekali main Rp 300 ribu. Yang Rp 200 ribu diberikan kepada korban, yang Rp 100 diambil muncikari sebagai uang sewa kamar kos," kata Kapolresta Blitar, AKBP Yudhi Heri Setiawan, Rabu (7/4/2021).

BY akan dijerat dengan Pasal 88 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Lihat juga Video: Ibu Jadikan Anak Kandung Budak Seks, Dalihnya Bikin Tercengang

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)