Urban Legend 2021

Legenda Golan Mirah Bak Kisah Cinta Romeo Juliet yang Tersohor di Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 08:35 WIB
Legenda Golan Mirah Tersohor di Ponorogo
Makam Ki Ageng Honggolono di Desa Golan masih terawat (Foto: Charolin Pebrianti/detikcom)

Akhirnya, Ki Ageng Mirah mengajukan beberapa persyaratan. Mulai dari dalam satu malam sawah di Desa Mirah harus dialiri. Padahal waktu itu musim kemarau. Selain itu, karung berisi padi dan kedelai harus datang sendiri dari Golan ke Mirah tanpa digotong manusia.

"Syarat pertama dipenuhi dengan mudah oleh Ki Ageng Honggolono yang memerintahkan buaya berjajar di tambak, makanya sekarang adanya Tambakboyo," terang Sudirman.

Kemudian syarat karung padi dan kedelai pun datang sendiri juga dipenuhi. Namun setibanya di Desa Mirah, Ki Ageng Mirah berujar jika yang datang bukanlah padi, melainkan jerami sedangkan kedelai yang datang merupakan kulit kedelai.

"Ki Ageng Honggolono pun marah karena merasa dipermalukan," papar Sudirman.

Legenda Golan Mirah Tersohor di PonorogoLegenda Golan Mirah yang Tersohor di Ponorogo/ Foto: Charolin Pebrianti

Kejadian tersebut, akhirnya Siti Mirah meninggal dunia sementara Joko Lancur pun bunuh diri karena tidak kuat melihat kekasihnya mati.

Karena Joko Lancur meninggal, Ki Ageng Honggolono pun mengeluarkan sabda atau sumpah. Isi sumpah itu yakni: "Wong Golan lan wong Mirah ora oleh jejodhoan. Kaping pindo,isi-isine ndonyo soko Golan kang ujude kayu, watu, banyu lan sapanunggalane ora bisa digowo menyang Mirah. Kaping telu, barang-barange wong Golan Karo Mirah ora bisa diwor dadi siji. Kaping papat, Wong Golan ora oleh gawe iyup-iyup saka kawul. Kaping limone, wong Mirah ora oleh nandur, nyimpen lan gawe panganan soko dele". (Warga Desa Golan dan Mirah tidak boleh menikah. Segala jenis barang dari Desa Golan tidak boleh dibawa ke Desa Mirah dan sebaliknya. Segala jenis barang dari kedua Desa Golan dan Mirah tidak bisa dijadikan satu,
Warga Desa Golan tidak boleh membuat atap rumah berbahan jerami Warga Desa Mirah tidak boleh menanam, membuat hal apapun yang berkaitan dengan bahan kedelai).

Sementara Makam ayam jago, Siti Amirah dan Joko Lancur pun hingga kini masih terawat dan diberi nama Setono Wungu yang berada di Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.

"Dari sumpah itulah hingga kini masih diyakini oleh warga kedua desa tersebut sebagai sesuatu yang sakral," papar Dirman.

Halaman

(fat/fat)