Urban Legend 2021

Kisah di Balik Situs Watu Gajah Tuban Peninggalan Kerajaan Majapahit

Ainur Rofiq - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 09:03 WIB
Cerita dibalik Situs Watu Gajah Peninggalan Jaman Majapahit
Legenda Watu Gajah di Tuban (Foto: Ainur Rofiq/detikcom)
Tuban -

Di Bumi Wali Tuban terdapat situs yang konon peninggalan zaman Kerajaan Majapahit. Lokasi yang terkenal dengan sebutan Watu (Batu) Gajah ini merupakan saksi bisu penyebaran agama Islam di Tuban.

Tumpukan bebatuan sekilas mirip gajah itu berada di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban. Lokasinya sangat dekat dengan jalan raya dan mudah dijumpai masyarakat.

Menurut cerita warga secara turun temurun, ada legenda hingga kisah mistis di balik tumpukan bebatuan besar ini. Salah satunya yang diungkapkan Kades Prunggahan Wetan, Hari Winarko.

Hari yang juga peneliti sejarah dan budaya di Tuban ini mengaku para sesepuh desa menyebut batu-batu mirip gajah besar ini kendaraan atau tunggangan Patih Babat Ketigo atau yang selama ini dikenal dengan Patih Gajah Mada.

Saat itu, Patih Gajah Mada dan para pasukan perangnya hendak menjemput putra mahkota kerajaan Majapahit, Syekh Awaludin. Dikisahkan, Syekh Awaludin sedang belajar memperdalam ilmu agama Islam pada Syekh Abdullah Asy'ari atau Sunan Bejagung Lor di Kasunanan Bejagung.

Syekh Awaludin merupakan putra mahkota Raja Hayam Wuruk. Dia sedang menimba ilmu makrifat dan berbagai ilmu kanuragan. Saat itu, dia enggan pulang ke keraton meski ayahnya menginginkan dia kembali ke kerajaan dan melarang memperdalam ilmu Islam.

Karena menolak dan tak ingin kembali ke kerajaan, diutuslah Patih Gajah Mada bersama pasukannnya untuk membawa pulang putra Mahkota. Syekh Awaludin yang mendengar kabar akan diajak pulang ke kerajaan, akhirnya meminta pertolongan sang guru.

Dengan ilmu kanuragan dan kesaktiannya, Syekh Abdullah Asy'ari membuat pagar gaib agar Kasunanan Bejagung tidak terlihat oleh Patih Barat Ketigo dan pasukannya.

"Konon menurut cerita para leluhur dan para sesepuh, Situs Watu Gajah itu merupakan bukti kesaktian Syeh Abdullah Asy'ari, yang bisa membuat pagar ghoib, sehingga waktu bala pasukan kerajaan Majapahit yang dipimpin Patih Babat Ketigo, tidak bisa melihat Kasunanan Bejagung," tutur Hari kepada detikcom di lokasi, Sabtu (3/4/2021).

Simak juga '3 Kerangka Manusia Ditemukan di Situs Kumitir Mojokerto':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2