Kata Psikolog soal Takmir Masjid yang Setubuhi 6 Bocah Usai Jadi Korban Sodomi

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 13:47 WIB
MYD (57) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur. Aksi bejat itu dilakukan tersangka di atas sajadah.
Barang bukti dalam kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur/Foto file: Erliana Riady/detikcom
Surabaya -

Takmir masjid di Kecamatan Nglegok, Blitar, MYD (57) ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur. MYD mengaku memiliki riwayat kelam soal pelecehan seksual, di mana dia pernah menjadi korban sodomi.

Psikolog Kelompok Kajian Gender dan Anak Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr Ike Herdiana, M.Psi mengatakan, perilaku MYD cukup susah untuk disembuhkan. Terlebih, dia memiliki traumatis menjadi korban pelecehan seksual saat kecil.

"Pedofilia adalah minat seksual yang kuat kepada anak-anak di bawah umur. Biasanya pada anak umur 13 atau lebih muda lagi. Salah satu penyebab perilaku pedofilia adalah adanya pengalaman abuse di masa kecil. Sehingga di kemudian hari ini juga memunculkan perilaku tersebut yang diarahkan terhadap orang lain atau cycle of abuse," papar Ike kepada detikcom di Surabaya, Selasa (30/3/2020).

"Di negara kita perilaku seksual yang ditujukan pada anak akan mendapatkan pasal berlapis dan hukuman yang berat. Apakah perilaku ini bisa disembuhkan? menurut saya, agak sulit mereka berubah apa lagi jika mereka memiliki masa kecil yang traumatis akibat perlakukan abusive," imbuhnya.

Ike memaparkan, jika menelah dari teori cycle of abusive, pengalaman pelecehan seksual masa kecil bisa memunculkan perilaku pelecehan atau kekerasan seksual di masa yang akan datang pada orang lain. Hal ini muncul karena korban menyimpan trauma.

"Hal tersebut terjadi karena mereka menyimpan trauma dalam jangka waktu lama dan hidup dalam kondisi mental yang kurang menguntungkan akibat hal tersebut atau kronis," ungkap Ike.

Tak hanya itu, Ike menyebut pada anak yang menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual, memang dibutuhkan terapi khusus. "Istilah kesembuhan juga jadi kurang relevan. Sejauh ini upaya-upaya terapi psikologis tujuannya lebih pada mengelola dorongan-dorongan atau hasrat seksual kepada anak-anak itu, agar tidak muncul secara kuat dan membutuhkan penyaluran segera yang sangat bahaya jika kesempatannya memungkinkan," jelas Ike.

Selain itu, pelaku MYD juga mengaku melakukan pencabulan dan persetubuhan pada anak di bawah umur karena tak dapat melampiaskan hasratnya pada sang istri. Untuk itu, Ike menyarankan pemeriksaan lebih lanjut pada MYD.

Selanjutnya
Halaman
1 2