Sisi Lain Takmir Masjid di Blitar yang Cabuli-Setubuhi 6 Bocah

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 12:15 WIB
MYD (57) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur. Aksi bejat itu dilakukan tersangka di atas sajadah.
Barang bukti dalam kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

MYD (57) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur. Selain jadi korban pelecehan seksual waktu kecil, takmir masjid itu juga mengaku punya gemblak'an.

Gemblak merupakan istilah awam bagi masyarakat Blitar untuk menyebut pasangan sejenis bagi pria. MYD mengaku punya pasangan sejenis itu sejak beranjak dewasa. Pasangannya bertahan bertahun-tahun sampai usia mereka sama-sama tua. Hubungan mereka baru berakhir ketika pria pasangan MYD memutuskan pindah ke lain daerah.

"Kalau yang saling sayang hanya satu. Ya sejak dulu sampai sama-sama tua ini. Pisahannya karena dia pindah gak tau ke mana," jawab MYD di depan wartawan ketika rilis di Mapolresta Blitar, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, penyimpangan orientasi seksual ia alami sejak remaja. Sebab, sejak kecil dia juga mengalami pelecehan seksual di musala desanya.

"Sudah biasa buanyak yang tahu itu. Ketika tidur di musala tiba-tiba sudah ada orang di atasnya. Sudah umum seperti saya (punya pasangan pria). Kalau di sini disebutnya gemblak'an," ungkapnya.

MYD yang sehari-hari sebagai takmir masjid di desanya, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ada enam bocah perempuan yang menjadi korban pencabulan dan persetubuhan.

Namun polisi menyebut, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah. Apalagi setelah takmir masjid itu juga mengaku pernah meminta beberapa bocah lelaki di desanya melakukan oral seks.

"Tidak pernah sampai itu (sodomi). Hanya saya minta oral saja," pungkasnya.

Lihat juga video 'Begini Pengakuan Guru Ngaji di Cianjur yang Cabuli 5 Muridnya':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)