Sejumlah Aktivis Serahkan Petisi Tolak Tambang Emas ke Bupati Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 19:34 WIB
Belasan aktivis sejumlah organisasi menyerahkan hasil petisi online ke Bupati Trenggalek. Ini terkait penolakan rencana eksploitasi tambang emas.
Petisi Tolak Tambang Emas diserahkan ke Bupati (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek -

Belasan aktivis sejumlah organisasi menyerahkan hasil petisi "online" ke Bupati Trenggalek. Ini terkait penolakan rencana eksploitasi tambang emas.

Salah satu aktivis Trenggalek Soeripto, mengatakan komponen yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Trenggalek (ART) terdiri dari Muhammadiyah, NU, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Gereja, serta sejumlah kelompok pecinta alam serta kebudayaan.

"Kita menyerahkan petisi yang digalang oleh kawan-kawan untuk menolak eksploitasi tambang emas. Hal ini selaras dengan sikap Bupati Trenggalek," kata Soeripto, Senin (29/3/2021).

Menurutnya petisi yang diserahkan ke Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin merupakan hasil penggalangan yang dilakukan secara online melalui portal change org. Dalam petisi penolakan eksploitasi tambang emas itu, pihaknya mendapat dukungan lebih dari 13 ribu orang.

Pihaknya meminta petisi tersebut diteruskan ke Pemprov Jatim dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) disertai dengan sejumlah tuntutan.

Soeripto, menjelaskan dukungan untuk menolak tambang emas itu merupakan salah satu bukti suara dari berbagai komponen masyarakat untuk menolak tambang emas.

"Kami mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya terhadap sikap Bupati menolak ekploitasi tambang emas yang dilakukan PT SMN. Kami menolak (tambang) dengan berbagai pertimbangan, mulai aspek ekologi, sosial, dan perlindungan cagar budaya," jelasnya.

Menurutnya, keberadaan tambang emas dinilai cukup rentan mengancam rusaknya alam Trenggalek. Terlebih wilayah konsesi tambang emas sebagian berada di kawasan hutan lindung.

"Hutan perlu dipertahankan, dan itu tidak boleh untuk kawasan budidaya. Kedua, tanpa ada tambang pun, sesuai data BPBD kawasan tersebut rawan longsor, karena kemiringannya di atas 40 derajat," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2