Eye Catching Banget, Tas Masker Bikinan Pemuda Blitar Ini Banjir Pesanan

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 08:50 WIB
tas masker blitar
Tas masker buatan anak muda Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Jiwa pengusaha sejati selalu bisa berinovasi, bahkan di saat sulit sekalipun. Seperti tas bentuk masker bikinan anak muda Blitar ini yang mampu membuatnya survive kala pandemi.

Bentuk tasnya eye catching banget. Karena seperti masker KN95 namun ternyata bisa untuk wadah barang banyak. Selain bentuknya unik, tas masker ini tampak modis jika dipakai hang out layaknya kaum sosialita.

Padahal, harganya hanya Rp 150 ribu untuk ukuran besar dan Rp 95 ribu untuk ukuran kecil. Tas masker ini juga tahan air sehingga bisa untuk menyimpan laptop. Karena harganya relatif terjangkau, tapi multi fungsi, tak heran begitu ditawarkan online animo pembeli sangat tinggi.

"Sejak launching Februari sampai sekarang, sekitar 1.000 tas sudah terjual. Saya kan ada yang ready stok ada yang PO. Nah yang PO ini bisa dikasih tulisan nama personal atau kelompoknya. Yang PO ini sudah 200 pieces terjual," kata designer sekaligus produsen tas masker, Andres Prasetyo kepada detikcom, Minggu (28/3/2021).

tas masker blitarProses pembuatan tas masker (Foto: Erliana Riady)

Ide segar desain tas masker ini muncul ketika Andres rapat evaluasi bersama tim kreatifnya. Sambil bicara paparan prospek bisnis suvenir ke depan, tangan Andres memutar-mutar masker KN95 di ujung jarinya. Tiba-tiba, lajang 33 tahun ini langsung terpikir membuat tas berbentuk masker tersebut.

Tanpa pikir panjang, dia mulai mendesain bentuk masker ukuran besar, membuat pola lalu mengguntingnya. Pola itu diaplikasikan ke bahan kulit sintesis yang dimodifikasi dengan foam dan kain satin. Tinggal diserahkan ke karyawan yang bagian menjahit...dan taraa...jadi deh tas maskernya.

"Jadi saya juga harus mikir, memanfaatkan bahan yang sudah saya beli dalam jumlah besar. Bahan yang saya pakai bikin tas ini saya gak perlu beli lagi," ungkapnya.

Begitu jadi, satu tas itu dipotret dan di-posting di akun penjualan online yang berlabel Excellent souvenir. Respons netizen luar biasa. Sehari, tak kurang 30 tas masker dipesan dan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Pesanan masih mengalir sampai saat ini. Dengan enam penjahit, work shop Andres di Desa Sanankulon Kabupaten Blitar ini mampu memproduksi 150 tas ukuran besar dalam sehari. Dan sekitar 350 tas ukuran kecil per hari.

"Alhamdulillah banget ya. Tas masker ini bikin usaha saya tetap survive saat pandemi. Karena pemesanan orang hajatan tidak sebanyak masa normal. Jadi omzet saya turun sampai 30 persen. Terus PPKM ini juga membatasi mobilitas saya untuk belanja bahan dan mengantar pesanan barang," tutur pemuda berkacamata ini.

Menurut Andres, mempunyai usaha sendiri itu menuntut kreatif lebih. Setiap masa, pasti ada celah untuk diambil momennya yang mendatangkan peluang baru. Bagi Andres, tas masker ini selain kreatifitas dan inovasi, sekaligus mengkampanyekan pemakaian masker di kalangan milenial.

"Animonya paling banyak dari kalangan milenial. Mereka interest dengan bentuknya yang eye catching. Jadi ini momen saya untuk kampanye pemakaian masker. Sekaligus saya ingin menebar semangat, bangkitnya pelaku UMKM saat sulit seperti pandemi sekarang ini," pungkasnya.

(iwd/iwd)