Batik dan Tenun Indonesia Pukau PM Thailand Prayuth

Idham Kholid - detikNews
Senin, 15 Agu 2016 23:59 WIB
Foto: REUTERS/Chaiwat Subprasom
Jakarta - Paviliun Batik dan Kain Tenun Indonesia pada Pameran OTOP Silpachip Fair 2016 di Bangkok patut berbangga. Pasalnya, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengunjungi dua stan Indonesia dalam pameran itu.

PM Prayuth mengunjungi stan Indonesia pada grand opening pameran, Minggu (14/8/2016). Dalam kesempatan itu, Prayuth bersama Istri serta para menteri Thailand. Dua stand Indonesia masing-masing Batik Apip dari Jogjakarta dan Cita Tenun dari Jakarta.

"Kedua paviliun Indonesia pantas mendapat perhatian, karena selain memajang kain batik dan kain tenun yang memiliki kualitas bahan kain yang tinggi dan motif yang indah dan inovatif, juga motif yang memiliki makna sejarah dalam hubungan bilateral antara Indonesia-Thailand," kata Bagian Penerangan KBRI Bangkok, Dodo Sudrajat dalam keterangan persnya kepada detikcom, Senin (15/8/2016).

Dalam pameran itu, paviliun Batik Apip memajang kain Batik yang motifnya sama dengan kain batik sutera yang dihadiahkan oleh Presiden Soekarno kepada Ratu Sirikit, Istri Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej. Kain batik sutera dengan motif tersebut hingga kini dikenal dengan nama Batik Tulis Sutera Sirikit. Kedua peserta Paviliun Indonesia juga mendapatkan tawaran kerjasama pemasaran dari beberapa butik di Bangkok.

Foto: Dok KBRI Bangkok


Dalam sambutan pembuka pameran, PM Prayuth menyatakan bahwa Pameran OTOP Silpachip Fair 2016 salah satu dari 5 buah pameran sejenis yang diselenggarakan dalam rangka merayakan 70 tahun Raja Bhumibol Adulyadej di Singgasana dan sekaligus Ulang Tahun ke-84 Ratu Sirikit.

PM Prayuth menambahkan, pameran itu juga akan mempromosikan keahlian masyarakat Thailand di bidang kerajinan tangan dengan dukungan The Foundation for the Promotion of Supplementary Occupations and Related Techniques of Her Majesty Queen Sirikit, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pengembangan sektor imformal. Ditambahkannya, Pemerintah Thailand selalu mengakui dan mendukung pentingnya konservasi nilai-nilai kearifan lokal dalam menciptakan lapangan pekerjaan di kalangan rakyat dan untuk memperkuat perekonomian nasional.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Ahmad Rusdi menegaskan bahwa KBRI akan senantiasa mendorong industri kreatif Indonesia untuk terus berpartisipasi pada pameran-pameran industri kreatif di Thailand, karena merupakan cara efektif untuk mengembangkan jejaring bisnis dan sekaligus meningkatkan mutu, terutama dalam bahan dasar dan rancangan.

Pameran OTOP Silpachip Fair 2016 diselenggarakan pada 12-20 Agustus 2016 mendatang. Pameran itu mengusung tema yang cukup provokatif yaitu 'The Unseen Thai Textiles Colonize ASEAN'. (idh/dnu)