Round-up

Perjalanan Hidup Muazin Buta Bersuara Merdu di Banyuwangi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 07:31 WIB
Seorang muazin buta di Banyuwangi tengah menjadi perhatian bahkan sampai viral. Sebab, muazin tersebut bersuara merdu.
Muazin buta di Banyuwangi, Ahmad Bisri (61)/Foto file: Ardian Fanani
Surabaya -

Seorang muazin buta di Banyuwangi viral karena bersuara merdu. Ia tertarik menjadi muazin sejak zaman masih mondok.

Kisah tentang muazin buta ini awalnya diunggah akun @ayung_n di Twitter beberapa waktu lalu. Dalam video berdurasi 45 detik yang diunggah, kumandang azan muazin itu membuat pemilik akun kagum.

"Namanya Pak Mad. Muadzin di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Kalipait, Tegaldlimo, Banyuwangi, Suaranya, masyaAllah, merdu," berikut yang ditulis akun tersebut seperti dikutip detikcom, Selasa (23/3/2021).

Muazin buta itu diketahui bernama Ahmad Bisri (61). Ia merupakan warga Desa Kalipait, Telipdlimo, Tegaldlimo, Banyuwangi. Dalam video itu, terlihat Ahmad Bisri mengumandangkan azan dengan posisi sedikit membungkuk. Kakek itu tampak mengenakan baju Muslim dengan kopiah dan sarung.

Ia buta sejak 5 tahun lalu. Meski begitu, ia tak pernah absen mengumandangkan azan salat lima waktu di Masjid Baitul Muttaqin, desa setempat.

"Saya memang muazin di masjid ini. Beberapa orang bilang suara saya bagus. Padahal menurut saya ya biasa saja. Katanya ada yang video gitu, saya ndak tau," ujar Ahmad saat ditemui detikcom.

Ahmad merupakan muazin tetap di Masjid Baitul Muttaqin. Jarak masjid dengan rumahnya hanya sekitar 300 meter. Setiap akan mengumandangkan azan, pria yang biasa dipanggil Pak Mad ini akan diantar istrinya, Siti Halimah (55) dari rumah ke depan pintu masjid.

"Saya pasrah, sekarang mengandalkan istri yang setia merawat," ungkapnya.

Untuk melaksanakan tugas sebagai muazin, Pak Mad keluar rumah pukul 04.00 WIB. Dengan diantar istrinya, ia berangkat ke masjid untuk mengumandangkan azan subuh. Lalu istrinya baru menjemput lagi pukul 07.00 WIB untuk sarapan. Kemudian Pak Mad kembali ke masjid pukul 10.00 WIB untuk persiapan azan zuhur.

"Saya berada di masjid seharian penuh. Pulang sekitar pukul 20.00 WIB usai salat isya," katanya.

Meski ia mengatakan suaranya biasa-biasa saja, muazin buta ini mengakui ada yang beda saat azan salat zuhur. Ahmad merasa suaranya lebih enak didengar. Menurut Ahmad, itu karena perutnya terbilang kosong saat azan zuhur. Sebab ia belum makan siang, sementara ia biasa sarapan pagi pukul 07.00 WIB.

Tonton video 'Merdunya Suara Muazin Tunanetra di Banyuwangi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2