Jenazah Pasien COVID-19 Sempat Tertukar, Begini Penjelasan RS Darmayu Ponorogo

Charoline Pebrianti - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 14:05 WIB
Ponorogo -

Dua jenazah pasien COVID-19 di Ponorogo sempat tertukar. Rumah Sakit Darmayu Ponorogo tempat kedua pasien meninggal memberikan penjelasan.

Jenazah yang sempat tertukar adalah jenazah AY (37), warga Kelurahan Surodikraman, Kecamatan Ponorogo, dan AS (57), warga Desa Kapuran, Kecamatan Badegan.

Direktur RSU Darmayu Ponorogo dr Djemiran mengatakan, ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi terutama dengan tim perawat, tim pemulasaraan, hingga tim pengantar jenazah.

"Kita evaluasi agar pelayanan terkait dengan pemakaman jenazah ke depan lebih baik, evaluasi SDM kita juga komunikasi dengan pihak luar terkait proses pemakaman," jelas Djemiran kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

jenazah pasien covid-19 tertukarJenazah pasien COVID-19 tertukar (Charoline Pebrianti/detikcom)

Djemiran menambahkan, pada waktu itu, dua pasien COVID-19 tersebut meninggal hampir bersamaan. Pertama meninggal pukul 07.10 WIB dan kedua meninggal pukul 07.30 WIB.

"Kami menjalankan sesuai prokes, lalu menghubungi pemulasaraan jenazah, pukul 11.00 WIB selesai," terang Djemiran.

Seusai pemulasaraan, lanjut Djemiran, pihak Rumah Sakit Darmayu kemudian menghubungi tim Satgas COVID-19 di lapangan terkait dengan prosesi pemakaman.

"Sehingga begitu sudah clear semua, petugas kami langsung mengantar ke pemakaman. Di sinilah mungkin terjadi salah pengambilan peti saja," imbuh Djemiran.

Namun pihaknya memastikan antara jenazah dan nama yang tertera di peti sama. Bahkan sempat keluarga korban dihubungi via video call untuk memastikan korban COVID-19 merupakan anggota keluarganya.

"Sesuai dengan protap, identitas selalu kita tampakkan di atas. Selain nama, ada tanda untuk letak kepala, jadi nanti tidak keliru saat meletakkan bagian kepala di makam," kata Djemiran.

Djemiran pun mengakui kesalahan yang terjadi dan memohon maaf atas kejadian ini. Ke depan, dia berharap pemakaman jenazah bisa berjalan lebih baik.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi. Ke depan, dievaluasi terkait dengan pemakaman jenazah bisa berjalan lebih baik," pungkas Djemiran.

(iwd/iwd)